Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Saturday, May 15, 2010

Kabar untuk para "kalong"

Like this! karena..? hehe entah karena untuk pembelaan diri karena sering tidur larut atau karena perilaku adiktif obsesif terhadap kopi. Both of them is sooo mee, haha. It works for me to gain mood at office. Tapi karena sudah "addict" kadang memang tidak cukup untuk menghilangkan kantuk, pesan moralnya kopi dapat berefek baik menghilangkan kantuk jika kita memang cukup beristirahat. Dan tetap ingat prinsip keseimbangan obat dan racun, apapun yang dimakan dan dilakukan berlebih akan berefek tidak baik. Kafein pada konsentrasi tertentu memang berefek stimulan sistem saraf pusat, tapi melebihi dosis yang ditentukan tidak bisa janji apakah efek masih bekerja atau sudah menjadi bumerang bagi kita.
Have a nice weekend and at your best enjoy your coffee ;)

Kafein Bikin Pekerja Lebih Fokus
Kompas 14 Mei 2010

Kabar baik untuk Anda para coffee lover. Studi terkini menyebutkan konsumsi kafein akan membantu para pekerja waktu gilir (shift) malam terhindar dari kesalahan.

Kerja lembur atau kerja shift malam banyak dilakukan para pekerja. Dalam jangka panjang hal ini bisa mengganggu jam biologis. Tak sedikit para "kalong" yang terbiasa tidur di luar jam normal ini mengalami gangguan tidur. Mulai dari waktu tidur yang berkurang, atau mengantuk saat bekerja. Akibatnya kemungkinan terjadinya error saat bekerja juga lebih tinggi.

Dalam sebuah analisa terhadap 13 studi mengenai efek kafein pada kemampuan kerja pekerja shift malam, diketahui kafein akan membuat para pekerja lebih sigap, fokus, dan memudahkan mereka menghadapi tantangan sehingga terjadinya error bisa ditekan.

Responden dalam penelitian tersebut mengonsumsi kafein dalam berbagai variasi, seperti kopi, pil, minuman berenergi, makanan, dan sebagian lain diberikan placebo. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi kafein memiliki performa kerja lebih baik dibanding yang mendapat placebo.

Kafein merangsang sistem saraf pusat, yang berakibat pada peningkatkan kemampuan mengingat, konsentrasi, persepsi, dan berpendapat. Meski demikian, terlalu banyak kafein bukan berarti tanpa efek samping. Dalam dosis berlebihan, antara 2-7 cangkir kopi atau lebih dari 250 mg, dapat menimbulkan kegelisahan, mual, atau sakit kepala. Jika dosisnya lebih tinggi, bisa menyebabkan gangguan emosi.

Tuesday, May 11, 2010

Immature in a real word

Menjadi kurang dewasa atau belum dewasa secara pikir itu sudah biasa. Tapi apa jadinya jika kita mengalami kondisi seperti Brooke di bawah ini?
Allah memang selalu menyediakan banyak cara untuk kita agar bersyukur. Apa artinya merasa kurang tinggi, kurang cantik, kurang putih, kurang dewasa, coba lihat Brooke ini, bahkan dia tidak mengalami pertumbuhan secara fisik dan mental!
Selalu ada hikmah di balik semua kejadian, Brooke dilahirkan mungkin untuk jadi berkah pengetahuan bagi perkembangan ilmu maupun kemajuan medis melalui penelitian.

Gadis Usia 17 Ini bagai Bocah Setahun
Sumber Kompas 10 Mei 2010

Anda mungkin tidak akan pernah menyangka kalau bocah perempuan dalam gambar ini sebenarnya sudah berusia 17 tahun. Akibat mengidap suatu kelainan, gadis bernama Brooke Greenberg ini seperti terjebak jiwa dan raganya dalam tubuh seorang anak berusia setahun.

Brooke, yang lahir di kota Reistertown, Baltimore, Amerika Serikat, mengalami kelainan dalam pertumbuhan baik secara fisik maupun mental. Tubuhnya hanya setinggi 30 inci dan pikirannya seperti anak berusia satu tahun.

Pada saat dilahirkan, tidak ada keganjilan yang tampak pada Brooke. Namun, sebelum usia dua tahun, ia mengalami beberapa kejadian yang tak bisa dijelaskan secara medis. Seiring bertambahnya usia kedua orangtuanya, Melanie dan Howard, semakin menyadari kalau anaknya ini tidak tumbuh dan berkembang secara normal.

Para dokter tidak dapat memberikan penjelasan secara medis terhadap kelainan yang dialami Brooke. Namun, mereka yakin bahwa sebagian besar bagian tubuhnya tidak berkembang dan terkoordinasi sebagaimana mestinya. Brooke sebenarnya bisa bergerak dan mengenali suara, tetapi ia tidak bisa bicara. Tulangnya pun mirip anak berusia 10 tahun, tetapi giginya masih seperti bayi.

Para dokter benar-benar bingung dengan kelainan ini. Mereka pun sempat menduga Brooke mengidap penyakit yang disebut Syndrome X. Namun, sebuah kajian awal terhadap DNA-nya mengindikasikan bahwa kegagalan tumbuh kembang yang dialami Brooke mungkin berkaitan dengan suatu kecacatan gen yang juga berperan dalam proses penuaan manusia pada umumnya.

Para peneliti berharap, dengan menganalisis lebih jauh DNA Brooke, akan ditemukan sebuah petunjuk awal dari proses penuaan dan bahkan dapat menciptakan suatu terapi baru dan pengobatan bagi penyakit yang berkaitan dengan usia lanjut.

Menurut rencana, para ilmuwan terkemuka dari pelbagai penjuru dunia akan berkumpul dalam sebuah konferensi di London, Inggris, pada pekan ini. Mereka akan mendiskusikan sejumlah temuan berkaitan dengan kelainan yang dialami Brooke.

Friday, March 5, 2010

Wow... Kondom Mini untuk Anak 12 Tahun

Just wow! speechless...T.T

Kondom ekstra kecil untuk anak laki-laki berusia 12 tahun dalam waktu dekat ini akan mulai dipasarkan di Swiss. Kondom mini yang disebut Hotshot ini adalah karet pengaman yang sengaja diproduksi menyusul adanya riset pemerintah yang menunjukkan bahwa anak-anak usia 12 hingga 14 tahun tidak mendapat perlindungan yang cukup saat melakukan hubungan seks.

Penelitian yang dilakukan Komisi Federal untuk Anak dan Remaja, dengan cara mewawancarai 1.480 responden berusia 10 hingga 20-an tahun, menunjukkan bahwa hubungan seks di kalangan anak-anak usia 12 hingga 14 tahun ternyata sudah menjadi hal lumrah dibandingkan era 1990-an.

Kondom Hotshot yang rencananya bakal dijual seharga sekitar Rp 65.000 (paket enam buah) ini diproduksi oleh Lamprecht AG, perusahaan kondom terkemuka di Swiss.

Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa Inggris akan menjadi prioritas berikutnya dalam pemasaran ke luar negeri. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa negara tersebut tercatat memiliki angka kehamilan usia remaja tertinggi di Eropa.

Dari segi ukuran, kondom Hotshot memiliki diameter lebih kecil, yakni 4,5 cm dibandingkan kondom standar Eropa yang berdiameter 5,2 cm. Namun, dari panjangnya, keduanya sama-sama memiliki ukuran 19 cm.

Menurut sebuah penelitian di Jerman yang melibatkan 12.970 responden berusia 13 hingga 20 tahun, hampir seperempat dari mereka menyebutkan bahwa ukuran kondom standar terlalu besar.

Kelompok Keluarga Berencana dan Federasi AIDS Swiss telah mendorong pemerintah untuk memasarkan kondom Hotshot setelah menggagas sejumlah studi. Hal itu di antaranya riset oleh Centre for Development and Personality Psychology di Universitas Basel.

"Hasil riset yang sangat mengejutkan adalah anak laki-laki menunjukkan perilaku berisiko. Mereka cenderung tidak melindungi diri mereka sendiri dan tidak memiliki pengetahuan yang baik mengenai seks. Mereka tidak mengerti soal konsekuensi dari apa yang mereka lakukan dan membiarkan konsekuensi itu ditanggung anak perempuan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan sedari dini adalah penting," ungkap pimpinan riset, Nancy Bodmer.

Sumber : Kompas Kamis 4 Maret 2010

Monday, March 1, 2010

Kenapa ya kok orang bisa cerdas..??

Suka terpikir ga sih kenapa ada orang yang begitu cerdas, biasa-biasa saja, atau bahkan disebut (maaf) bodoh. Sekilas bicara tanpa tahu asal-usulnya, terkadang kita suka menjelaskan fenomena tersebut karena besar kecilnya area otak. Bagaimana riset terkini menjelaskan fenomena tersebut? Mari simak artikel berikut ini..
Well, kecerdasan ternyata ditentukan oleh koneksi antar bagian otak. Secara biologis, tubuh dalam hal ini otak, menekankan hubungan/koneksi yang baik, seperti hubungan sesama manusia yang dalam hal apapun membutuhkan komunikasi/hubungan yang baik agar hidup berjalan damai, positif dan saling mencerahkan, hehe.
Selain itu, dinyatakan dalam riset bahwa tidak ada orang yang cerdas di segala bidang. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini bukan? ;)

Misteri Kecerdasan Terungkap
Sumber : Kompas 1 Maret 2010

Ternyata, bukan area otak tertentu yang membuat seseorang disebut pandai atau bodoh. Yang terpenting adalah kekuatan dan kecepatan koneksi antarbagian otak. Bahkan, bagus tidaknya koneksi antarbagian otak tertentu menentukan kecerdasan.

”Kecerdasan sebenarnya mengandalkan hubungan spesifik di dalam otak dan koneksi ini terjadi antara gray matter (korteks otak yang berisi sel saraf) dan white matter (sumsum otak) atau koneksi serat saraf,” kata Jan Glascher, ketua peneliti.

Ia menambahkan, seseorang bisa disebut cerdas apabila bagian otak frontal (yang berhubungan dengan daya pikir, daya ingat, dan emosi) memiliki koneksi yang baik dengan bagian lobus parietal.

Menanggapi teori tersebut, Keith Young, ketua peneliti bidang psikiatri dan ilmu perilaku dari Texas A&M Health Science College of Medicine, mengatakan, hasil penelitian tersebut tak terduga, tetapi menegaskan pentingnya hubungan antarbagian otak.

Selama ini orang menganggap orang yang pintar akan unggul di semua bidang. ”Orang menganggap kecerdasan bersifat umum. Jika Anda bagus di bidang matematika, Anda akan hebat pula dalam bahasa Inggris,” kata Young.

”Hasil riset tidak menunjukkan orang yang cerdas akan pandai dalam berbagai bidang,” ungkap Glascher. Dalam risetnya, ia meneliti 241 pasien yang mengalami kerusakan otak. Peneliti lalu memetakan tempat kerusakan tersebut dan melakukan tes IQ.

”Dengan demikian, kita bisa melihat secara tepat bagian otak yang berkaitan dengan penurunan kemampuan dengan melakukan tes sehingga kita bisa tahu apakah bagian otak itu penting untuk kecerdasan umum,” kata Glascher.

Pada penelitian awal, Glascher dan timnya menemukan bahwa jaringan antarbagian otak juga penting untuk daya ingat. ”Makin baik koneksi antar-otak, makin besar daya ingat Anda. Ini berbeda dengan persepsi orang sebelumnya yang mengatakan orang cerdas adalah orang yang punya kapasitas daya ingat besar,” katanya.

Thursday, November 5, 2009

Stress??Depress??Hmmm..^_^

Tampaknya setiap orang pernah merasa stres, tak terkecuali diri kita sendiri, teman dekat, sahabat, juga keluarga. Stres bisa jadi hal yang baik dan sudah pasti bisa menjadi hal yang buruk, tergantung bagaimana kita mengelolanya dan bagaimana kondisi stres tersebut terjadi, apakah akut atau kronis. Mari cermati artikel berikut, terutama untuk sahabat-sahabat saya yang merasa depresi, just remember there's up and down, your life not always in bottom, just remember after bad time there's a good time..^_^

Stres Menguras Nutrisi Otak
Sumber Kompas, 4 November 2009

Ada kalanya stres diperlukan untuk memacu prestasi. Tapi jangan anggap enteng stres yang berulang, karena ia akan seperti badai yang menguras nutrisi otak dan memunculkan berbagai penyakit fisik.

Pilih mana, lari dari tembakan aparat yang menggunakan peluru tajam saat berdemonstrasi menuntut reformasi, atau menghadapi lalu lintas yang macet total selama dua jam karena demonstrasi? Mungkin Anda akan dengan cepat berkata, “Tidak semuanya.” Tapi kalau diharuskan memilih, biasanya orang cenderung memilih lalu lintas yang macet.

Kedua situasi itu memang akan menimbulkan reaksi yang sama pada fisik dan psikis kita. Yaitu stres, dan darah serta adrenalin mengalir deras. Tapi kalau mengacu pada pendapat ahli endokrinologi dari Universitas Rockefeller di New York, Bruce McEwen, sebaiknya pilih ditembaki aparat saja. Bahkan lebih baik dikejar harimau lapar daripada menghadapi kemacetan lalu lintas. Kok, bisa?

McEwen punya alasan. Lari dari tembakan aparat atau dari kejaran harimau hanya akan mendatangkan stres yang singkat walaupun tampaknya lebih menakutkan, sedangkan tubuh kita sudah dirancang supaya mampu menghadapi situasi seperti itu. Lain halnya stres yang lama, berulang-ulang, dan kronis, tubuh kita tidak dipersiapkan untuk itu dan akibatnya dapat merusak otak.

Stres atau keadaan yang menekan secara fisik maupun psikis, sering dianggap sebagai ‘teman’. Disebut teman, karena ada kalanya situasi menekan itu justru mampu menghasilkan prestasi dan produktivitas. Karena itu para psikolog sering menasihati, stres tidak perlu dihindari atau pun dilawan, tapi dikelola.
Sayang, tak semua orang mampu mengelola stres, sehingga banyak penyakit (fisik) yang timbul. Mulai dari maag, liver, jantung, stroke, kanker dan sebagainya. Karena itu semboyan dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat, tidak tepat lagi. Ilmu pengetahuan menunjukkan, dalam jiwa yang sehatlah terdapat tubuh yang sehat.

Membentuk Memori
“Perasaan kecewa maupun kehilangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stres yang berbeda-beda setiap hari, semuanya memberi dampak,” ujar Dra. Nilam Widyarini, MS., lulusan Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogya.

Pengajar di Universitas Atmajaya Jakarta ini lantas menerangkan, keadaan yang menimbulkan stres, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pada tubuh. Segera setelah seseorang mengalami situasi stres, otak akan mengirim pesan kepada saraf agar melepaskan adrenalin dan kimia otak lain, untuk dikirimkan sebagai energi kepada otot.
Yang lebih penting lagi, ada bagian kecil pada otak yang disebut hippothalamus, akan mengirim pesan kepada kelenjar di bawah otak agar mengalirkan hormon corticotrophin ke dalam darah.

Pada gilirannya, hormon ini akan meminta kelenjar adrenal supaya mengeluarkan lebih banyak hormon stres (glucocorticoids). Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya membanjiri darah dengan gula, agar segera memiliki energi untuk lari dari bahaya.

Hormon stres terutama sekali tampak ‘menggemparkan’ bagi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan penting dalam membentuk memori.

Dalam buku panduan mengenai stres berjudul Why Zebras Don’t Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi stres, kita ingin bisa mengingatnya supaya lain kali bisa menghindarinya. Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang bisa menjelaskan, mengapa kita sulit melupakan tragedi ‘65 atau kerusuhan Mei ‘98.

Stres Berulang
Kadang orang mengalami stres secara berulang, dan akibatnya glucocorticoids akan membanjiri otak. Lama kelamaan manfaat hormon stres hilang, sehingga memori akan memburuk, tingkat energi turun, dan problem kesehatan muncul.

Menurut Sapolsky, dalam beberapa hari saja hormon stres meningkat, akan melemahkan (bahkan mematikan) sel hippocampal jika suplai oksigen terhenti, seperti yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.

Stres traumatik seperti yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan seksual, veteran maupun korban perang, tentu saja lebih besar kemungkinannya merusak otak. Dalam American Journal of Psychiatry dijelaskan bahwa veteran perang rata-rata hippocampal otak kanannya berkurang 8%. Anak korban kekerasan seksual ukuran hippocampal pada otak kirinya berkurang 12%.

Studi lain yang dilakukan intensif selama empat tahun terhadap sekelompok wanita diketahui, mereka yang hormon stresnya sering meningkat, hippocampal pada otaknya berkurang 14%. Dari pemeriksaan pasien depresi diketahui, ukuran hippocampal-nya berkurang 19% dibanding orang yang sehat.

Melihat akibatnya yang sangat buruk itu, satu-satunya cara agar kita tetap sehat adalah sebisa mungkin mengelola stres.

Wednesday, October 14, 2009

Ayat ayat HILANG

Ayat ayat cinta sudah biasa, bagaimana dengan ayat-ayat hilang?
Baru-baru ini tersiar berita ayat 2 pasal 113 dalam UU Kesehatan yang membahas mengenai tembakau sebagai zat adiktif hilang ketika diserahkan kepada Setneg untuk ditandatangani presiden. Apakah ini hanyalah kesalahan administratif belaka atau tindakan korupsi terhadap ayat? Sangat mencurigakan karena kita tahu sendiri banyak pihak yang berkepentingan terhadap tembakau yang notabenenya beromzet besar ;).
Jika memang terjadi kesalahan administratif, ternyata lembaga sekaliber DPR bisa seceroboh itu selayak saya pegawai rendahan biasa, haha, well so human being. Dan satu lagi, ternyata mereka juga deadliners alias kejar tayang, terbukti dari pernyataan bahwa di akhir masa jabatan mereka sedang ditarget pengesahan 4 RUU. Hmm, dan ternyata lagi, ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pernah terjadi juga kasus hilang-hilang ayat semacam ini.
Jika memang ada tindak pidana korupsi, wah wah peraturan saja bisa diperjual-belikan, UU dipermainkan sesuai kepentingan, kepada siapa kita harus percaya?
Lucunya, kalau mau curang kok pake ceroboh segala, hilang ayatnya tapi penjelasan ayatnya masih ada, haha..Ayolah para wakil rakyatku...!!
Semoga bisa diusut "seadil2nya"..

Berikut update berita2 mengenai kasus hilang ayat ini..:

title : Kembalikan UU ke DPR, Setneg Minta Ayat Rokok Dicantumkan Lagi
summary : Sekretariat Negara telah mengembalikan kembali draf UU Kesehatan ke DPR. Setneg meminta DPR untuk mencantumkan kembali ayat tentang tembakau yang telah raib, sesuai dengan rapat paripurna pengesahan UU tersebut. (read more)

http://www.detiknews.com/read/2009/10/07/163757/1217182/10/kisah-korupsi-ayat-terkait-rokok-di-uu-kesehatan

http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/155419/1220738/10/mensesneg-ini-bukan-kasus-pertama

http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/162548/1220759/10/hatta-minta-agung-laksono-cek-korupsi-ayat-rokok

http://www.detiknews.com/read/2009/10/13/163826/1220772/10/ketua-pansus-itu-kesalahan-teknis-saja

http://www.detiknews.com/read/2009/10/14/063011/1220940/10/kejar-tayang-pengesahan-uu-buka-peluang-campur-tangan-pihak-luar

http://www.detiknews.com/read/2009/10/14/071042/1220954/10/jika-disengaja-pelaku-bisa-dipidanakan

Tuesday, September 29, 2009

Bincang sehat yang bijak (kebijakan masalah kesehatan,hehe) : Menemukan Kembali Depkes

Semua orang pasti berharap selalu dalam kondisi sehat. Kondisi sehat merupakan kondisi sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Nah pemerintah (dalam hal ini DepKes) bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan bukan hanya urusan pemerintah mampu mengobati tetapi usaha yang lebih comprehensif dimulai dari pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

Kenapa sih kesehatan itu penting? Sederhananya, kalau kita tidak sehat, apa sih yang bisa kita lakukan? Ingat pepatah, Health is not everything but without health everything is nothing (Dr. Bernard Jensen). Dengan ini, kesehatan tentunya jadi modal utama untuk pembangunan, sebelum memikirkan pos-pos lainnya. Contoh teknisnya, anak-anak akan bisa menerima pendidikan dengan baik jika dia dalam keadaan sehat, bayangkan bisakah jika dia sedang kurang gizi atau demam berdarah? ;)

Saya setuju dengan artikel berikut ini. Sudah saatnya pemerintah lebih concern terhadap tindakan promotif dan preventif. Dengan itu, pemerintah tidak begitu dipusingkan dengan pengobatan yang "notabenenya" mahal. Kalau boleh "bercanda", pengobatan yang mahal biar saja menjadi punishment bagi yang tidak melakukan tindakan promotif dan preventif dengan baik.

Menurut saya sinergisasi seperti yang ditulis di artikel berikut, seharusnya bisa menghemat budget, karena satu program dicanangkan oleh lintas sektor, yang penting programnya diefektifkan untuk kemajuan masing-masing sektor tersebut. Istilahnya, kalau kita mau beli barang, kalau patungan akan jadi lebih ringan bukan? :D

Semoga memang bisa berjalan dengan baik fungsi pengawasan dan pelaksanaannya, serta berjalan "adil" tentunya, dalam artian pemerintah pusat tahu pasti proporsi pengawasan sesuai berkembangnya daerah.


Menemukan Kembali Depkes
Oleh Purnawan Junadi, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
Kompas, 26 September 2009

Berkali-kali Departemen Kesehatan dikritik tidak meletakkan prioritas penanganan kesehatan di Indonesia. Meski terjadi pergantian pejabat, kritik tak memacu perubahan.

Bergemingnya Departemen Kesehatan (Depkes) atas berbagai usulan tentang perannya kini, karena struktur organisasi Depkes praktis tidak berubah meski sejak UU Desentralisasi, urusan kesehatan termasuk urusan yang didesentralisasikan.

Meminjam istilah Peter Senge (Fifth Discipline, 1990): meski pejabat berbeda, selama struktur masih sama, perilaku akan tetap serupa. Artinya, perubahan akan terjadi jika struktur diubah.

”Menemukan kembali”

Dalam pidato di depan Sidang Paripurna DPR Agustus lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin melanjutkan reformasi birokrasi. Karena itu, diusulkan agar Depkes menjadi prioritas. Meminjam istilah David Osborne dan Ted Gaebler (Reinventing Government, 1992): kita mencoba ”menemukan kembali” Depkes.

Prinsip pertama dan terpenting, pemerintah harus mengendalikan, bukan mendorong. Argumennya, lembaga yang membina dan mengawasi hanya bisa efektif jika terpisah dengan lembaga yang melaksanakan. Ketidakfokusan Depkes adalah karena masih melakukan kedua fungsi itu meski urusan kesehatan termasuk yang didesentralisasikan.

Alasan manajemen kesehatan di daerah mungkin sebagian benar, tetapi sebagian lagi karena pusat belum siap melepas fungsi sebagai pelaksana. Desentralisasi memberi kesempatan instansi kesehatan pusat mengembangkan fungsi pengawas dan pembina, serta dinas kesehatan di daerah berfokus sebagai pelaksana.

Mungkin akan lebih mudah jika kita menganalogikan Depkes sebagai perusahaan besar dengan hampir 500 cabang di tiap kabupaten di Indonesia.

Sebagai ”perusahaan” yang keuntungannya adalah orang sehat, tugas utamanya adalah mengubah paradigma sakit ke paradigma sehat. Menjaga kesehatan mempunyai lebih banyak dimensi yang bisa ”dijual” daripada menggunakan pengobatan.

Artinya, produk cabang (dinas kesehatan) bisa berupa: menjaga lingkungan agar lebih sehat, mempromosikan perilaku yang menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, memperbaiki gizi penduduk sehingga generasi mendatang secara genotif-fenotif lebih baik, serta menyediakan layanan kesehatan. Produk promotif dan preventif perlu diprioritaskan karena mempunyai ”keuntungan” lebih tinggi.

Skema pembiayaan diatur agar harga berbagai produk itu terbeli oleh orang yang membutuhkan. Mengingat orientasi kita adalah sehat, maka skema pembiayaan perlu diatur agar secara memadai orang mengonsumsi produk promotif dan preventif. Jika produk promotif dan preventif lebih laku, kebutuhan pelayanan kesehatan bisa berkurang.

Agar bisa menjual berbagai produk itu dengan baik, dinas kesehatan perlu dilengkapi tidak hanya dokter, tetapi tenaga yang berkompeten di lingkungan kesehatan, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit. Tiap jenis tenaga ini perlu dihitung sesuai kondisi wilayah.

Di wilayah, banyak sektor yang ”produk jual”-nya berdampak pada kesehatan manusia. Beberapa produk itu ada yang sinergis dengan kesehatan, misalnya penyediaan air bersih, penyediaan dan distribusi pangan.

Karena itu, tugas ”perusahaan besar Depkes” adalah agar dinas kesehatan bekerja sama dengan berbagai sektor sehingga produk yang muaranya serupa bisa saling sinergi. Terhadap produk kontraproduktif, lobi dan negosiasi dilakukan agar sektor itu bisa mengubah bahan, metode produksi, atau cara lain sehingga hasilnya lebih ramah lingkungan dan dengan sendirinya ramah kesehatan.

Dalam bahasa pemerintah, ini adalah perencanaan program wilayah. Sektor kesehatan harus mendidik tenaga kesehatan yang tidak hanya bisa membuat program kesehatan, tetapi juga melakukan lobi dengan DPRD guna memproduksi peraturan daerah yang mendukung kesehatan maupun negosiasi dengan sektor-sektor lain sehingga perencanaan wilayahnya berwawasan kesehatan.

Riset

Mengingat kini ada 477 dinas kesehatan kabupaten/kota, bagaimana membuat pembinaan yang efektif? Di sinilah pentingnya Depkes melakukan riset semua kabupaten, membuat peta wilayah berdasar status kesehatan, risiko kesehatan, kemampuan produk, dan kompetensi tenaga.

Wilayah yang problematik ditandai kuning atau merah. Depkes bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi membina wilayah kuning dan merah agar menjadi hijau. Depkes menjadi pusat informasi dan pengalaman, memfasilitasi tim wilayah kuning/merah untuk belajar ke wilayah hijau, mengundang tim wilayah sukses bicara di pertemuan nasional yang dihadiri tim serupa, sampai mengirim pakar, dari pusat maupun wilayah sukses ke wilayah yang perlu dibantu. Teknologi informasi bisa digunakan untuk memudahkan akses informasi dan bagi pengalaman.

Ringkasnya, jika Depkes beralih fungsi menjadi institusi pembina, fungsi-fungsi penting, seperti riset dan pengembangan, promosi kesehatan, serta pengawasan lingkungan kesehatan, perlu mendapat struktur dan anggaran memadai.

Berbagai model jaringan itu terbukti menghasilkan keuntungan lebih besar. Jika pemerintah berorientasi hasil, seperti tercermin dalam prinsip ”menemukan kembali” Depkes yang berorientasi sehat, mengapa tidak kita contoh?


Friday, August 14, 2009

Jalan kaki yuk!! :)

Tinggal di Jakarta 6 bulan terakhir ini, cukup melegakan karena tidak harus menikmati kemacetan Jakarta di pagi saat pergi kantor ataupun di sore saat pulang kantor. Cukup menyehatkan juga karena setiap pagi harus berjalan kaki dari kostan ke kantor. Hehe begitulah nikmatnya tempat tinggal dekat dengan aktivitas sehari-hari. Usut punya usut, berjalan itu menyehatkan dan sebaiknya kita berjalan konstan setiap hari minimal 10 menit.
Manfaatnya yaitu (dikutip dari Kompas 13 Agustus 09) :

- Meningkatkan energi
Berjalan kaki secara rutin, minimal 25 menit per minggu (dilakukan seminggu 3 kali), bisa meningkatkan energi tubuh hingga 18 persen. Ini menurut penelitian dari Pennington Biomedical Research Center. Angka itu bahkan bisa bertambah tinggi, apalagi lebih dari 10 menit dalam sehari.

- Terhindar dari diabetes tipe 2
Dari Program Pencegahan Diabetes diketahui, orang yang berjalan selama 150 menit dalam seminggu, mampu mengurangi risiko terkena diabetes hingga 58 persen. Namun, ini bila disertai dengan laju penurunan berat badan sebanyak 7 persen dari bobot tubuh.

- Menyehatkan otak
Penelitian seputar kaitan antara aktivitas berjalan kaki dengan fungsi kognitif menyimpulkan hal yang menarik. Wanita yang rutin berjalan dengan langkah ringan lebih dari 1,5 jam per minggu, memiliki kemampuan kognitif sangat baik, ketimbang yang aktivitas berjalan kakinya tak lebih dari 40 menit dalam seminggu.

- Memperkuat tulang
Wanita yang telah menopause disarankan untuk berjalan kaki sejauh 1,6 km secara rutin. Studi membuktikan kebiasaan ini mampu meningkatkan kekuatan massa tulang tubuh dan memperlambat penurunan kualitas tulang kaki.

- Menyehatkan jantung
Ini diketahui dari pengamatan terhadap 72.488 perawat dari Nurse's Health Study. Kebiasaan mereka berjalan kaki selama lebih dari 3 jam dalam seminggu, membuat risiko terhadap serangan jantung turun hingga 35 persen, dibandingkan para wanita yang jarang berjalan kaki.

Saat sedang berjalan kaki, pastikan postur tubuh kita sudah tepat. Postur yang benar saat berjalan sangatlah penting, agar kita dapat bernapas dengan baik, terhindar dari risiko sakit punggung dan bahu, serta meraih hasil latihan secara maksimal.

Postur ideal saat berjalan:
- Badan tegak, tidak lemas.
- Bahu tegap, tidak membungkuk ke depan.
- Dagu sedikit terangkat, tidak menunduk.
- Pandangan lurus ke depan, terarah ke objek sejauh 3-6 meter.

Hmm banyak bukan manfaatnya? apalagi untuk kita para wanita. So ladies, mari jangan bermalas-malasan untuk jalan :D.

Tuesday, August 11, 2009

Missing your well slumber?

Berhubung merasa tidur tidak cukup baik setiap malam, kadang terbangun atau bahkan sulit tidur, berikut info yang cukup menggembirakan. Karena ternyata hal tersebut belum tentu mengindikasikan insomnia. Mari kita simak tinjauan para ahli mengenai masalah sulit tidur berikut ini...

Seiring bertambahnya usia, kita mengalami penurunan kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Ini dapat mempengaruhi kualitas tidur. Misalnya, sulit tidur atau mempertahankan fase tidur. Tidur jadi singkat dan kurang nyenyak. Berikut, beberapa cara untuk menyiasati masalah sulit tidur.

Ahli Gerontologi
DR. Dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD-K, MEpid, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia

Pahami apa yang terjadi. Tidur pada usia muda butuh waktu 6-8 jam sehari. Sedangkan, saat tambah usia, waktu tidur hanya 4 jam sehari dan tingkat pulasnya berkurang. Ini adalah hal yang normal. Tetapi kita sering mengartikannya sebagai insomnia, hanya lantaran kita panik.

Anjuran. Aturlah waktu dan pola tidur, dan hindari tidur siang. Meski, rasa kantuk sering datang usai makan siang. Isilah waktu dengan mengobrol atau menonton televisi. Pakailah waktu tidur yang singkat itu hanya di malam hari saja.

Ahli Farmakologi
Dr.
Alyya Siddiqa, SpFK, spesialis farmakologi klinik dan dosen di Departemen Farmakologi FKUPN Veteran, Jakarta

Efek samping obat, dapat menyebabkan gangguan tidur. Misalnya, obat antihipertensi seperti metildopa klonidin reserpin yang bekerja pada otak. Atau obat steroid dan obat yang mengandung kafein. Juga, obat golongan simpatomimetik yang bekerja seperti sistem saraf simpatis dan hormon adrenalin.

Anjuran. Setiap obat pasti ada efek sampingnya. Makin besar dosisnya, makin besar kemungkinan efek sampingnya. Jika memungkinkan, ganti obat dari golongan yang berbeda tapi khasiatnya sama, tanpa ada efek samping sulit tidur.

Spesialis Gizi
Dr.
Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dan staf Departemen Ilmu Gizi FKUI

Perhatikan jam makan. Makan terlalu kenyang atau merasa lapar dapat mengganggu waktu tidur. Penyebabnya, hipoglikemia atau turunnya kadar gula darah. Hindari makanan yang membuat sulit tidur seperti kopi, teh, cola, snack, atau minuman cokelat, makanan tinggi lemak, gula, protein, MSG.

Anjuran. Santaplah secukupnya makanan yang mudah dicerna, tak lewat dari waktu makan malam. Jika masih sulit tidur, asuplah cracker, buah, atau susu hangat. Ini dapat membuat pikiran rileks, dan Anda akan merasa mengantuk.

Sumber : Kompas, 16 Juli 2009





Friday, July 10, 2009

Farmasis di balik kematian Jacko

Selain memiliki dokter pribadi, sebaiknya kita juga punya farmasis pribadi ;). Jadi record penggunaan obat kita dapat dipantau, apalagi orang yang punya riwayat penggunaan obat jangka panjang. Tapi untuk yang hanya mampir sekali2 makan obat, jangan pernah sungkan buat bertanya pada farmasis yang ada, mereka ada untuk memberikan informasi berkaitan dengan penggunaan obat, baik dengan resep dokter maupun penjualan bebas.
Berikut ini suatu implikasi di balik suatu peristiwa..yang semoga bisa meningkatkan perhatian kita semua terhadap penggunaan obat-obatan dan meningkatkan interaksi farmasis dengan masyarakat :)

Farmasis di Amerika mengatakan pasien lebih banyak bertanya mengenai risiko obat pereda nyeri setelah kematian Michael Jackson. Sebuah survey yang dilakukan oleh American Society of Health-System Pharmacists (ASHP) terhadap lebih dari 200 farmasis yang bekerja di rumah, di jalan, dan yang melaksanakan praktik pelayanan kronis, mengatakan 28% farmasis melaporkan bahwa pasien bertanya lebih banyak pertanyaan mengenai risiko penggunaan obat pereda nyeri sejak ramainya pemberitaan mengenai kematian Jackson.

Presiden ASHP, Lynnae M. Mahaney, mengatakan bahwa di tengah spekulasi penyebab kematian Michael jasckson, perhatian media terbuka pada bahaya penyalahgunaan resep obat. Obat-obatan dapat berhasil untuk orang yang menderita sakit kronis dan pasien ini memang membutuhkan pengobatan. Bagaimanapun juga, obat-obatan ini berkekuatan sangat ekstrim dan jika digunakan dengan tidak tepat dapat menyebabkan bahaya yang serius, bahkan kematian. Mahaney juga mengingatkan pengguna bahwa farmasis terutama yang terlatih dalam manajemen penyakit, dapat mengawal terapi yang efektif untuk menangani penyakit dengan meminimalisir penyalahgunaan dan kecanduan. Berikut ini tips penggunaan obat yang aman bagi pasien :
- kumpulkan list pengobatan anda sehingga anda dapat menyimpan jejak obat-obatan apa yang pernah digunakan, termasuk dosis dan frekuensinya, dan buatlah list yang dapat diakses oleh farmasis anda dan juga oleh penyedia pelayanan kesehatan lainnya.
- Tebus resep pada satu apotek, atau gunakan jasa apotek yang mempunyai koneksi dengan system computer sehingga mereka dapat mengakses rekaman anda dan mengecek interaksi obat antara obat-obatan berbeda yang anda gunakan.
- Jika memiliki pertanyaan mengenai obat-obatan, tanyakan pada farmasis anda.

Informasi lebih lanjut mengenai penggunaan obat yang aman dapat dilihat pada petunjuk “penggunaan yang aman obat-obatan penghilang rasa sakit” yang dirilis FDA (The U.S. Food and Drug Administration)

Sumber : United Press International

*Farmasis = Apoteker

Friday, June 26, 2009

Fakta terbaru tentang kasus H1N1

Berikut ini fakta-fakta terbaru mengenai kasus H1N1 di dunia, terkait adanya kasus baru di Indonesia akibat tertular dari luar negeri :

1. Saat ini penyakit ini sudah ada di 99 negara dengan jumlah kasus 52.168 orang dan kematian 231 orang.

2. Sebanyak 5 negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia adalah Amerika Serikat (21.449), Meksiko (7.624), Kanada (5.710), Chili (4315), dan Inggris (2.506).

3. Terdapat 11 negara yang melaporkan kematian, antara lain Kolumbia (1,67 persen), Meksiko (1,48 persen), Rep Dominika (1,07 persen), Argentina (0,69 persen), Kosta Rika (0,67 persen), Guatemala (0,48 persen), Amerika Serikat (0,40 persen), Kanada (0,23 persen), Chili (0,09 persen), Inggris (0,04 persen), dan Australia (0,04 persen).

4. Angka kematian (case fatality rate) dunia secara keseluruhan adalah 0,4 persen, artinya 99,6 persen pasien sembuh dengan baik.

5. Selain lebih dari 99 persen (99,6 persen) pasien penyakit baru ini dapat sembuh, maka 92 sampai 95 persen pasien bahkan sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit sama sekali.

Langkah-langkah yang diambil Departemen Kesehatan sejak munculnya kasus ini di dunia :

1. Penjagaan di kantor-kantor kesehatan pelabuhan.
2. Penyiapan di rumah sakit-rumah sakit.
3. Penyiapan sarana dan kemampuan diagnosis.
4. Penyiapan logistik seperti obat-obatan dll.
5. Menggiatkan Surveilans ILI (Influenza Like Illness)
6. Kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi).

Disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama pada Koran Kompas 25 Juni 2009.

Hal yang disampaikan di atas baru sebatas tindakan preventif, Departemen Kesehatan sudah harus mulai waspada dan menyiapkan diri untuk kemungkinan treatment dan rehabilitasi. Semoga tidak ada lagi kasus yang baru. Dengan adanya fakta di atas, mari berhati-hati dan meningkatkan imunitas diri. Bagi yang baru flu-flu ringan, dijamin obat yang paling manjur adalah beristirahat yang cukup dan menjaga sistem imun agar bertugas dengan baik :)

Friday, June 19, 2009

80 Persen Ibu Membesarkan Anak Berdasarkan Naluri

Sekitar 80 persen ibu di Indonesia membesarkan anaknya hanya berdasarkan naluri. Selain mengandalkan pengetahuannya, ibu-ibu di Indonesia juga mendapatkan informasi yang diturunkan oleh ibunya, yang mungkin saja keliru.

Menurut pakar kesehatan, dr Handrawan Nadesul, sebagian besar ibu-ibu di Indonesia masih minim pengetahuan tentang pola hidup sehat. Padahal, peran ibu sangat penting dalam pembentukan generasi bangsa. "Generasi penerus yang harusnya cerdas jadi bodoh karena ketidaktahuan ibu," tandasnya.

Kurangnya pengetahuan wanita Indonesia tersebut, menurut Handrawan, antara lain disebabkan karena tingkat pendidikan yang rendah dan akses informasi yang kurang. "Banyak yang tidak pernah membaca koran atau majalah. Paling hanya nonton televisi yang faktanya lebih banyak berisi pembodohan," tambahnya lagi.

Peran tenaga kesehatan di daerah pedesaan yang masih minim juga dinilai Handrawan menyebabkan rendahnya pengetahuan para ibu. "Seharusnya sejak gadis remaja mereka sudah dibekali informasi tentang pengetahuan seks, menyiapkan kehamilan, hingga cara merawat dan membesarkan bayi," paparnya.

Kesenjangan informasi tersebut menyebabkan hingga saat ini Indonesia masih menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam angka kematian ibu dan bayi. Penyakit infeksi dan kekurangan gizi juga masih buruk.

Menurut data Departemen Kesehatan, banyak bayi di pelosok Nusa Tenggara Barat yang lahir dengan bibir sumbing atau tempurung otak yang tidak sempurna karena mereka tidak pernah mengonsumsi asam folat selama hamil. "Mereka tidak pernah diberitahu manfaat asam folat, dan sebenarnya tugas siapa untuk memberitahu?" kata Handrawan.

Karena itu, Handrawan menyatakan pentingnya intervensi terhadap para ibu, salah satunya dengan "sekolah" calon ibu, yakni semacam kursus untuk mendidik para wanita mengenai kesehatan dan perilaku hidup sehat, khususnya mereka yang belum tersentuh media. "Para calon ibu perlu diberdayakan agar mereka punya bekal yang cukup dalam menjalankan perannya sebagai ibu, yakni penentu masa depan bangsa," katanya.

Sumber : Kompas, 16 juni 09

Hoho, jadi semakin termotivasi untuk kuliah lagi di public health...
Ilmu dan teori tentang kesehatan tentu sudah ada dan sedang berkembang, tetapi sayang sekali jika urusan penginformasiaannya masih kurang. So mari terus berbagi informasi!

Monday, June 15, 2009

Novartis Temukan Vaksin Flu Meksiko

Satu hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan terjadinya pandemi, perusahaan farmasi Swiss, Novartis AG, menyatakan telah memproduksi vaksin eksperimen pertama khusus untuk flu Meksiko (virus A-H1N1), Jumat (12/6). Namun, vaksin itu belum diuji coba dan belum bisa digunakan untuk manusia. Vaksin eksperimen itu dibuat di dalam sel dan tidak tumbuh di dalam telur seperti yang biasa terjadi dengan vaksin.


WHO menyebutkan, perusahaan-perusahaan farmasi diperkirakan akan memiliki vaksin untuk melawan virus A-H1N1 yang sudah siap jual setelah September mendatang. Juru bicara WHO, Fadela Chaib, mengatakan, Novartis akan menggunakan 10 liter vaksin eksperimen untuk keperluan uji coba di laboratorium. Kemungkinan vaksin itu juga akan diujicobakan ke manusia.


Novartis menyatakan sampai saat ini sudah ada 30 negara yang meminta jatah persediaan vaksin, termasuk Departemen Kesehatan Amerika Serikat yang telah memberikan uang muka sebesar 289 juta dollar AS sejak Mei lalu.


Belum ada vaksin


Meskipun di Indonesia belum ada vaksin untuk memerangi influenza A-H1N1, masyarakat Indonesia diminta jangan panik. Influenza A-H1N1 telah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, sementara vaksin A-H1N1 belum tersedia di Indonesia.


Hal itu dinyatakan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam sebuah konferensi pers, Jumat di ruang VIP Bandar Udara Juanda, Surabaya.


Sebelumnya, Fadilah bertemu dengan kepala dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk menyosialisasikan peningkatan status A-H1N1 menjadi waspada.


”Masyarakat agar tidak panik walau status dinaikkan menjadi waspada. Sampai hari ini belum ada kasus influenza A-H1N1 di Indonesia. Namun, saya minta masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga perilaku bersih dan sehat,” ujar Fadilah yang didampingi Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.


Menurut Fadilah, Indonesia belum memiliki vaksin influenza A-H1N1. Ia mengatakan, penyediaan vaksin influenza A-H1N1 sepenuhnya menjadi tanggung jawab WHO. Hanya beberapa negara maju yang memiliki vaksin tersebut.


”Walau di Indonesia belum tersedia vaksin influenza A-H1N1, kita relatif lebih siap menghadapi pandemi influenza ini karena memiliki pengalaman mengantisipasi virus flu burung. Untuk sementara, kita hanya menyediakan tamiflu,” kata Fadilah.


Virus influenza A-H1N1, ujarnya, dapat menyebar melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Fadilah menganjurkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan tangan dengan sabun serta tidak bersin atau batuk di depan banyak orang. Bila ada yang menderita influenza, dianjurkan mengenakan masker.


Tjandra menambahkan, influenza A-H1N1 sudah menginfeksi 74 negara di dunia. Tercatat delapan negara yang memiliki kasus influenza A-H1N1 terbesar, yakni Amerika Serikat, Cile, Meksiko, Kanada, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Australia. Adapun negara tetangga Indonesia yang terinfeksi influenza A-H1N1 adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.


”Kami tidak mengeluarkan travel warning terhadap negara tertentu. Namun, kami menyarankan, yang tengah sakit influenza sebaiknya menunda bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang terinfeksi influenza A-H1N1,” ungkap Tjandra.


Sumber : Kompas, Sabtu 13 Juni 09

Wow..
dejavu rasanya dengan kasus flu burung yang terdahulu..
apakah ini kembali permainan "tebar virus, jual vaksin?"
dimana "ada yang bwt virusnya", trus raksasa farmasi sudah siap sedia vaksin, lalu semua negara ngantri bwt beli saking paniknya, dan bahkan negara2 berkembang yang boro2 punya uang buat beli vaksin malah jadi terpaksa berhutang biar vaksin laku terjual?

hahaha, semoga bukan dejavu yah..
nO Offense!
semoga tidak ada flu2 lainnya lagi..

Friday, June 12, 2009

BPOM menarik 70 kosmetik berbahaya

11 Juni kemarin, BPOM mengumumkan 70 kosmetik berbahaya ditarik dari peredaran karena mengandung bahan berbahaya termasuk Mercury. Produk-produk tersebut disita dari pasar tradisional, supermarket, dan salon kecantikan. Menurut ketua BPOM, beberapa produk merupakan produk palsu dengan merk produk internasional seperti Pond dan Olay (Jakarta Post, 11 Juni 09).

Walaupun tidak sebahaya mercury yang tertelan, tapi mercury dalam kosmetik dapat diserap kulit lalu masuk ke aliran darah dan terakumulasi secara kronis dalam ginjal. Manifestasi pada kulit sendiri dapat mengakibatkan flek yang parah, perubahan atau iritasi kulit sampai kanker kulit.

Selain mercury, bahan lain yang menjadi penyebab yaitu hidrokuinon. Bahan tersebut sebenarnya merupakan obat keras dengan resep dokter. Bahayanya jika digunakan tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, bercak-bercak hitam.

Bahan selanjutnya yaitu Asam Retinoat/Tretinoin/Retinoic Acid yang dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar dan teratogenik (cacat pada janin).

Bahan pewarna yang digunakan merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta, seperti Merah K.3 (Cl 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (Cl 12075). Zat warna ini merupakan zat karsinogenik penyebab kanker. Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Berikut adalah daftar 70 produk kosmetik yang dinyatakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai produk berbahaya (Kompas, 11 juni 09).

A. 18 merek kosmetik rias wajah dan rias mata mengandung bahan berbahaya dan bahan terlarang:

1. Cassandra Superior Quality Lipstick No. 1-10
2. Cassandra Superior Lip Gloss No. 1-12
3. GLD Garland Lipstick No. 9
4. Marie Anne Beauty Shadow No. 4, 5, 6, 8
5. Marie Anne Blush On No. 3
6. Sutsyu Eye Shadow Blusher 01
7. Sutsyu 18 Colors Eye Shadow 01
8. Sutsyu Lipstick Colors Fix No. 1, 3, 4, 6
9. Sutsyu Lipstick Colors Fix No. 5
10. Asnew Blush On
11. Cameo Makes You Beauty Detox 4 in 1 Complete Make Up
12. Marimar Eye Shadow Powder Cake
13. Natural Belle Colors Fix Lipstick No. 313
14. Olay 4 in 1 Complete Make Up
15. Pond's Detox Complete Beauty Care Make Up Kit
16. Pond's Detox Eye Shadow Blusher Lip Gloss, Creme Powder No. 1-2
17. Pond's Detox Complete Beauty Care Eye Shadow Two Way Cake
18. Pond's Detox Complete Beauty Care

B. Tujuh merek kosmetik pewarna rambut mengandung bahan berbahaya dan bahan terlarang:

1. Casandra Hair Dye Pink C-14
2. Casandra Hair Dye Maroon C-17
3. Casandra 3D Profesional Hair Colors Cream Hair Dye Wine Red C-9
4. Salsa Hair Colorant Pink Colors (S- 018 )
5. Salsa Hair Colorant Cherry Red (S- 019 )
6. Casandra Hair Dye Maroon C-17
7. Casandra 3D Profesional Hair Colors Cream Hair Dye Grape Red C-11

C. 44 merek kosmetik perawatan kulit

1. Caronne Beauty Day Cream
2. Caronne Whitening Cream (Day Care)
3. Caronne Whitening Cream (Night Care)
4. CR Lien Hua Bunga Teratai Day Cream
5. CR Lien Hua Bunga Teratai Night Cream
6. CR Racikan Ling Zhi Day.Cream
7. CR Racikan Ling Zhi Night Cream With Vit.E
8. CR Day Cream With Vit.E
9. CR UV Whitening Night Cream
10. CR UV Whitening Day Cream
11. DR's Secret 3 Skinlight
12. DR's Secret 4 Skinrecon
13. Dr. Fredi Setyawan Extra Whitening Cream
14. Dr. Fredi Setyawan Whitening Cream II
15. Fruity Vitamin C
16. Plentiful Night Cream
17. QL Papaya Peeling Gel
18. QL Day.Cream
19. QM Natural Vitamin C E
20. Scholar Night Cream
21. Top Gel MCA Extra Pearl Cream Plus
22. Top Gel MCA Extra Cream
23. Top Gel TG-3 Extra Cream
24. Topsyne Aloe Beauty Cream TS- 858
25. Topsyne Beauty Cream TS-3
26. Topsyne Beauty Cream TS- 802
27. Topsyne Beneficial Skin Cream TS- 868
28. Topsyne Vit C Placenta
29. Topsyne Day Cream Night Cream
30. Topsyne Vit E C TS- 819
31. Topsyne Extra Beauty TS- 821
32. Elastiderm Decolletage Chest and Neck
33. Obagi Nu-Derm Blender Skin Lightener Blending Cream
34. Obagi Nu-Derm Blender Skin Lightener with sunscreen
35. Obagi Nu-Derm Toleran Anti Pruritic Lotion
36. Obagi C RX System Clarifying Serum
37. Obagi C RX C Therapy
38. Olay Total White
39. Olay Krim Pemutih
40. Pond's Age Miracle Day and Night Cream
41. Qianyan
42. Quint's Yen
43. Skin Enhacer
44. Temulawak Nutrition Cream

D. Satu merek kosmetik mandi

1. Jinzu Strawberry White Beauty Soap.

So, watch out lady!

Konfirmasi P & G dalam KOmpas : Ketiga jenis Olay yang tidak memiliki izin edar tersebut tidak pernah diproduksi dan diedarkan oleh P&G. Sementara produk Olay Total White (TW) yang resmi diedarkan oleh P&G Indonesia saat ini hanyalah Olay TW Extra Fair Cream dan Olay TW Spot Lightening Cream, sedangkan Olay TW Cream sudah tidak dijual lagi sejak lebih dari setahun yang lalu.

Unilever : produk berlabel Pond’s yang disebutkan di dalam pemberitaan tersebut juga produk palsu, bukan produksi Unilever.

Saran terhadap konsumen : Konsumen agar lebih cermat saat melakukan pembelian, antara lain dapat dilakukan dengan memperhatikan harga jual yang wajar, perhatikan kondisi kemasan dan isi produk, apakah sesuai dengan yang biasanya. Sementara untuk para pemilik toko, disarankan untuk selalu memeriksa tanda registrasi BPOM, nama produsen pada kemasan produk, serta kondisi kemasan produk.

Thursday, June 11, 2009

detikcom : BPOM: Vaksin Meningitis Aman untuk Kesehatan

title : BPOM: Vaksin Meningitis Aman untuk Kesehatan
summary : Pengganti enzim babi dalam vaksin meningitis masih dicari. Namun setelah diproses, vaksin itu dinyatakan telah bebas dari enzim babi. (read more)

Kasus seperti ini banyak terjadi di dunia kesehatan kita, terkait halal dan haram dengan kandungan atau komposisi dalam sediaan. Contoh lain seperti penggunaan alkohol dalam eliksir, seperti kita tahu alkohol haram diminum tetapi sampai saat ini belum ada bahan yang bisa menggantikan posisi alkohol dalam eliksir tersebut.
Menurut penulis,lebih baik dipilah apakah lebih banyak manfaat ataukah kerusakannya, dan peneliti pun tak berhenti untuk terus mengembangkan bahan sediaan tanpa dilema-dilema seperti ini.

Friday, May 29, 2009

Peningkatan penderita Diabetes di Asia

Berdasarkan The Journal of American Medical Association (JAMA), diabetes berkembang di Asia dan menjadi dilema global. Jurnal tersebut merelease statistik terbaru bahwa dugaan pertumbuhan penderita meningkat dari 240 juta pasien di tahun 2007 menjadi 380 juta pasien di tahun 2025. Lebih dari 60 % kasus ini akan terjadi di Asia.

Tidak seperti di negeri-negeri barat, diabetes di Asia cenderung terjadi di usia lebih muda dan bukan akibat obesitas. Sedangkan, kelebihan berat badan telah menjadi faktor penyebab utama pada Diabetes Tipe 2 di Amerika Selatan dan Eropa. Namun, peningkatan kasus di Asia dikaitkan dengan perubahan makanan dan gaya hidup yang kurang aktif . Habit tersebut menyebabkan perluasan bagian tengah (perut). Tubuh menyimpan kelebihan lemak di perut dan melepaskan senyawa kimia yang mempengaruhi metabolisme dan penggunaan insulin oleh tubuh.

Sebuah studi mengindikasikan usia rata-rata penderita diabetes di Asia yaitu sekitar 20-59 tahun, tidak seperti di Eropa dan Amerika Selatan dimana penyakit tersebut sering terjadi pada usia sekitar 60 dan 79 tahun. Perbedaan menunjukan bahwa hal tersebut sebagai akibat rendahnya angka kelahiran dan kelebihan nutrisi di usia lanjut.

Wanita Asia 2-3 kali lebih rawan terkena diabetes gestational daripada wanita kulit putih di Negara lain. Menurut Frank Hu (professor di Harvard School of Public Health) dan sumber lain, keturunan mereka menunjukan gejala dini sindrom metabolik sehingga memungkinkan siklus jahat keturunan diabetes.

Menurut hitungan yang direalease oleh International Diabetes Federation (IDF) pun, kejadian penyakit diabetes diduga meningkat di seluruh dunia. Dari 40 menjadi 70 juta kasus di India; Peningkatan di Cina mendekati angka 20 juta kasus dari 39 ke 59 juta kasus; dan di Bangladesh diduga hampir meningkat 2 kali lipat dari 3.8 juta menjadi 7.4 juta. Indonesia, Filipina, Malaysia dan Vietnam juga menunjukan peningkatan jumlah penderita yang dramatis.

Profesor Hu juga mengindikasikan penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk jantung, stroke, dan gagal ginjal. Menurutnya juga, peningkatan epidemi secara perlahan-lahan di Asia dapat "mengikis pertumbuhan ekonomi di decade terakhir". Meskipun orang-orang dari Jepang hingga Pakistan cenderung menunjukan BMI yang lebih rendah, studi menyimpulkan “Mereka dapat memiliki prevalensi yang sama atau bahkan lebih tinggi dalam menderita diabetes dibandingkan negara-negara barat.”

Stephen Corbett, profesor di School of Public Health Universitas Sydney, yang tidak bergabung dengan studi menduga bahwa semua Negara berkembang mulai menopang suplai makanan yang stabil, mengarah ke gaya hidup barat yang mengakibatkan peningkatan kasus diabetes dalam proporsi epidemi. Corbett juga mengatakan bahwa, "Membutuhkan waktu 150-200 tahun untuk Eropa membuat transisi dalam asupan makanan yang terjadi di Asia 40-50 tahun belakangan ini.” Menurutnya epidemi diabetes merupakan hasil langsung dari fenomena tersebut.

Sumber : Red Orbit