Pieces of think thank for this day :
” In life, there’s no winning or losing, it’s about winning or learning”
“God always give us a door to give us a chance to see the other side, to be thankfull, to get out from “stuckest moment” or “blunder things”
“Being in love, not about “I can’t live without you” quote, because God give us air to breathe and life to live in so we can continu our life, maybe it’s about less happiness or something missing. But it’s just common in life, isn’t it?”
Whatever there was good time bad time here, Bandung still be my lovely hometown, place that I always miss a lot..
Bandung, May 29, 2010
-On the road, Igelanca-Jayakarta Hotel-Kopi Progo-
Tribute : Shinta Listiane, Mia Wismiati, Fitria Yuanita, Maria Angelina
Like this! karena..? hehe entah karena untuk pembelaan diri karena sering tidur larut atau karena perilaku adiktif obsesif terhadap kopi. Both of them is sooo mee, haha. It works for me to gain mood at office. Tapi karena sudah "addict" kadang memang tidak cukup untuk menghilangkan kantuk, pesan moralnya kopi dapat berefek baik menghilangkan kantuk jika kita memang cukup beristirahat. Dan tetap ingat prinsip keseimbangan obat dan racun, apapun yang dimakan dan dilakukan berlebih akan berefek tidak baik. Kafein pada konsentrasi tertentu memang berefek stimulan sistem saraf pusat, tapi melebihi dosis yang ditentukan tidak bisa janji apakah efek masih bekerja atau sudah menjadi bumerang bagi kita. Have a nice weekend and at your best enjoy your coffee ;)
Kafein Bikin Pekerja Lebih Fokus Kompas 14 Mei 2010
Kabar baik untuk Anda para coffee lover. Studi terkini menyebutkan konsumsi kafein akan membantu para pekerja waktu gilir (shift) malam terhindar dari kesalahan.
Kerja lembur atau kerja shift malam banyak dilakukan para pekerja. Dalam jangka panjang hal ini bisa mengganggu jam biologis. Tak sedikit para "kalong" yang terbiasa tidur di luar jam normal ini mengalami gangguan tidur. Mulai dari waktu tidur yang berkurang, atau mengantuk saat bekerja. Akibatnya kemungkinan terjadinya error saat bekerja juga lebih tinggi.
Dalam sebuah analisa terhadap 13 studi mengenai efek kafein pada kemampuan kerja pekerja shift malam, diketahui kafein akan membuat para pekerja lebih sigap, fokus, dan memudahkan mereka menghadapi tantangan sehingga terjadinya error bisa ditekan.
Responden dalam penelitian tersebut mengonsumsi kafein dalam berbagai variasi, seperti kopi, pil, minuman berenergi, makanan, dan sebagian lain diberikan placebo. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi kafein memiliki performa kerja lebih baik dibanding yang mendapat placebo.
Kafein merangsang sistem saraf pusat, yang berakibat pada peningkatkan kemampuan mengingat, konsentrasi, persepsi, dan berpendapat. Meski demikian, terlalu banyak kafein bukan berarti tanpa efek samping. Dalam dosis berlebihan, antara 2-7 cangkir kopi atau lebih dari 250 mg, dapat menimbulkan kegelisahan, mual, atau sakit kepala. Jika dosisnya lebih tinggi, bisa menyebabkan gangguan emosi.
Kalau di blog sebelumnya saya terpercik dengan prolog buku Negeri 5 Menara, sekarang saya akan sadur sedikit isinya, yang menurut saya cukup inspiratif. Dalam cerita, penggalan di bawah ini digelorakan dengan semangat oleh seorang guru di ruangan kelas terhadap murid-muridnya. Mereka (para tokoh di buku ini yang merupakan memoar sang penulis) beruntung bisa bertemu guru-guru yang luar biasa dedikatif dan belajar di tempat yang luar biasa pula. Sejak usia 4 tahun mengenyam "sekolahan" (honestly, give it name "pendidikan" rasanya kurang cocok, haha no offense!) rasanya jarang saya bertemu seorang pengajar yang mengajak saya membicarakan cita dalam artian sesungguhnya dan memberi sayap bagaimana terbang menggapainya. Rasanya senang deh kalau semua yang mencintai pendidikan bisa mengambil pelajaran dari buku ini. Melihat mutiara didik di sebuah pondok pesantren. Berikut sepenggal isinya..
"Man shabara zafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup.. ...Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Qur'an, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang berbahagia.. ...Tahukah kalian apa yang membuat orang sukses berbeda dengan orang yang biasa?... ...Ada dua hal paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses, yaitu going the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam, kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo. Kalau orang menyerah di detik 10, dia tidak akan menyerah sampai detik 20. Selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa. Karena itu mari kita budayakan going the extra miles, lebihkan usaha, waktu, upaya, tekad dan sebagainya dari orang lain... ...Resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar... ...Jangan biarkan diri kalian kesal dan marah, hanya merugi dan menghabiskan energi. Hadapi dengan lapang dada, dan belajar darinya. Bahkan kalian bisa tertawa, karena ini hanya gangguan sementara... ...Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun. Karena kalianlah master dan penguasa hati kalian. Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang yang sukses...."
Man Jadda Wajada Selamat membaca! :) Negeri 5 Menara, A. Fuadi, 2009
Menjadi kurang dewasa atau belum dewasa secara pikir itu sudah biasa. Tapi apa jadinya jika kita mengalami kondisi seperti Brooke di bawah ini? Allah memang selalu menyediakan banyak cara untuk kita agar bersyukur. Apa artinya merasa kurang tinggi, kurang cantik, kurang putih, kurang dewasa, coba lihat Brooke ini, bahkan dia tidak mengalami pertumbuhan secara fisik dan mental! Selalu ada hikmah di balik semua kejadian, Brooke dilahirkan mungkin untuk jadi berkah pengetahuan bagi perkembangan ilmu maupun kemajuan medis melalui penelitian.
Gadis Usia 17 Ini bagai Bocah Setahun Sumber Kompas 10 Mei 2010
Anda mungkin tidak akan pernah menyangka kalau bocah perempuan dalam gambar ini sebenarnya sudah berusia 17 tahun. Akibat mengidap suatu kelainan, gadis bernama Brooke Greenberg ini seperti terjebak jiwa dan raganya dalam tubuh seorang anak berusia setahun.
Brooke, yang lahir di kota Reistertown, Baltimore, Amerika Serikat, mengalami kelainan dalam pertumbuhan baik secara fisik maupun mental. Tubuhnya hanya setinggi 30 inci dan pikirannya seperti anak berusia satu tahun.
Pada saat dilahirkan, tidak ada keganjilan yang tampak pada Brooke. Namun, sebelum usia dua tahun, ia mengalami beberapa kejadian yang tak bisa dijelaskan secara medis. Seiring bertambahnya usia kedua orangtuanya, Melanie dan Howard, semakin menyadari kalau anaknya ini tidak tumbuh dan berkembang secara normal.
Para dokter tidak dapat memberikan penjelasan secara medis terhadap kelainan yang dialami Brooke. Namun, mereka yakin bahwa sebagian besar bagian tubuhnya tidak berkembang dan terkoordinasi sebagaimana mestinya. Brooke sebenarnya bisa bergerak dan mengenali suara, tetapi ia tidak bisa bicara. Tulangnya pun mirip anak berusia 10 tahun, tetapi giginya masih seperti bayi.
Para dokter benar-benar bingung dengan kelainan ini. Mereka pun sempat menduga Brooke mengidap penyakit yang disebut Syndrome X. Namun, sebuah kajian awal terhadap DNA-nya mengindikasikan bahwa kegagalan tumbuh kembang yang dialami Brooke mungkin berkaitan dengan suatu kecacatan gen yang juga berperan dalam proses penuaan manusia pada umumnya.
Para peneliti berharap, dengan menganalisis lebih jauh DNA Brooke, akan ditemukan sebuah petunjuk awal dari proses penuaan dan bahkan dapat menciptakan suatu terapi baru dan pengobatan bagi penyakit yang berkaitan dengan usia lanjut.
Menurut rencana, para ilmuwan terkemuka dari pelbagai penjuru dunia akan berkumpul dalam sebuah konferensi di London, Inggris, pada pekan ini. Mereka akan mendiskusikan sejumlah temuan berkaitan dengan kelainan yang dialami Brooke.
Wanna share a simple question, a piece of thought..then shout it out loudly..!
Do we choose happiness in our life? yes we do, yes i do..
Who's the one that we could control? us, i am..
When you're out of control, who's the one that must be realize and back to track? i am, me just me..you just you..
Do we have kryptonite as superman? we could be, yes i do.. Then what? egal!
the saddest thing ever is losing your smile, then badly get wrong impression from others.. If something made you badly broken, then you couldn't be happy? No no, we choose our happiness.. Just tell your self, it's easy to let it go.. If you became not really you, There's always time to realize, There's always friend to warn, there's always God to thank..
I choose to control my self, not another.. I choose to get my own happiness, come back to smile all the way..
-me motivating me- God give happiness around, me catcht up! ^_^
Third time being here.. Not much to say.. Just seeing around and enjoy the evening.. Feel the aura.. and let all crush to fly away.. These are some pieces from there, from shiny shine to elegant darkness :)
J'étude Français.. Je chante Français.. J'étude et chante Français ^_^
*I love this song and gladly now i know how to spell it, ahiiy* Sung and written by Édith Piaf in the beginning of our delacration of independent (1946). But actually i like Sophie milman version, who's a Russian born jazz, hehe. There are so many interpretation of this song. Someone translates "La vie en rose" as "Life in Pink". It's an expression that means that life is beautiful. It would be something like "the beautiful life" or something like that. The whole expression is "voir la vie en rose" ("to see life in pink"), which means seeing life in a positive way, seeing the beauty in life. What a nice! Another interpretation is "life in shades of perfection" or anything like "life seems perfect to me". Well well, which one that you choose? :D Anyway Madam Geny (mon professeur) would be angry with me if i try to translate anything in french to Indonesian or English, hihihi. Désolé Madam!
This is one of letters from my friends. Maybe we know about this life thinking but sometimes we forget, but just read a story then we get some inspiration to refresh again. In this topic, we shared about "Friday i'm in love", well not just about falling for someone or something, but we defined our falling definiton each other. For this one, i wanna share it out from my inbox. Hoping you get inspiration too. Thanks to Yussi Asri Widyasari for this email (i'm in office too, while everyone is working, I’m also working but the difference is that I’m working to read your story ci. Hahahaha) and Resty Yulidayani who started this topic (who's in "norak-dangdut-bombay" condition :-*,ahaha). Let's share this to anyone :)
Dear all,
3 idiots movie is my AHA moment. Great Indian movie!! Love it..
I feel like I’m slapped by a movie. U should watch it juuummmm..hahahahhahaaa.. So touchy. It’s about learning, friendship, family, and life. Complete movie I think.
My Friday is full of feeling. Up and down, happy and sad, laugh and cry. Ihihihihihi…somehow watching 3 idiots make me realize a lot of things.
Well, this Friday maybe I’m not in love. But knowing that I’m being loved by my family and my best friends around me, I can say it’s a lot better. I realize that positive thinking is hard, but I think positive feeling is the hardest. I’m on my way there.
Today is Saturday. While most of u spend u’re leisure time at home, I still have to work. Guess what? It’s not bothering me anymore. Hehehe…
The most important thing is not what you haven’t had, but what you’ve thanked for what you already have.
I was thought that I’m nothing. I don’t have a lot of money. I don’t earn much money and I’m not came from a rich family background. I’m not the one who has an excellent brain with a great GPA. I’m not the one who has many talents. I don’t have a big house or car. I’m not a spectacular pretty girl. Right now I have no boyfriend, I have no one that I love and someone that in love with me. If many people think or prepare for their marriage, for me I even couldn’t think anything about it because I have no clue at all about where, when, how, and who I’m going to be married with. Those facts were make me a little bit sad.
I think quite some time, then I realize that whether I’m nothing or not, am I not happy with my life? The fact is I’m still alive. Then I ask myself again. If I don’t have much money, is that mean I cant enjoy my life? Nope, I still can eat, drink, and sleep well. What’s wrong if I only earn a little money? Nothing wrong, I still can have my own vacation and enjoy my life. Is rich family background mean a lot? Not at all, I mean every family has its own problem, but everything can be solved as long as we support each other. What’s the matter with GPA and talents?? Is that guaranteed that you’ll be successful? NO! some successful people even get drop out from their school.
Boyfriend?? Well, since broken heart is common in life, why should I worry? I mean I also have ever broken somebody’s heart right? What u give is what u get, why I have to be worried?? Good woman will always get good man, just believe it. It could be I’m not that good or he’s not that good. It just the matter of time, he’s somewhere and he tries very hard to come to see you. What should I worry about something that even hasn’t happened yet?? Ahhahaahaha… somehow that’s make me understand a lot of things.
Are you worry about not getting a job? Worry about when will u get marry? Worry about your salary? Worry about whether he’s still care for u or not? Worry about he’s gonna forget about you? Worry about I’m not appropriate for him? Worry about you physical appearance? COME ON!! When will u be happy then, if you think too much about your lack?
HEHEHE… I’m sorry if my story is bored. I just wanna share how I feel lately. I’m sure you’re in good condition and feeling now, but if you’re not I hope my story could give u some inspiration (I mean sometimes life is up and down, for me read or look on other’s happiness and sadness somehow could make me up again)
Cheerful everyone… ;)
For those who’s in love, totally happy for u all. Ihihihihii…
Have a great life!!
See u all soon
Hug and kiss,
-uci-
(in office, while everyone is working, I’m also working but the difference is that I’m working to send u my story. Hahahaha…sssstttt… :P)
Kalau mau menguraikan alasan mengapa senang membaca, tentu bisa jadi uraian panjang. Membaca untuk saya sendiri seperti mengobrol atau berbicara, disitu ada proses pertukaran pikiran antara pembaca dengan isi tulisan maupun dengan penulisnya itu sendiri (mengobrol secara imajinatif tentunya, karena yang kita hadapi buku yang seolah-olah mati,hehe). Selain itu, surat Al-Quran favorit saya adalah Surat Al-Alaq. Dan apa sih yang jadi awal kalimatnya? Yeap, Read! Iqra! Bacalah!. Maka membaca menurut saya adalah sesuatu yang Ilahiyah :). Hmm dan membaca itu seperti teman (gapapa ya analog kata kerja dengan kata benda, hehe). Ketika sedang sepi atau menunggu atau sebutlah "ga ada kerjaan apa apa", at least kita pasti bisa membaca. Dan seperti kata saya tadi, kita jadi punya teman mengobrol bukan? Dan secara pribadi, membaca bisa jadi pelipur lara. Ada saat dimana saya sedih dan "down", pilihlah buku yang disukai, dan percaya atau tidak, it really works! to release the pain ;) Membaca juga bisa menjadi sebuah proses aktualisasi diri. Karena dengan membaca ada proses pengembangan diri dan menjadi suatu kebutuhan yang penting. Bahkan bisa jadi membantu kita untuk menjadi diri sendiri . Dan banyak orang yang bilang, membaca buku seperti membuka jendela dunia. Banyak pemandangan yang bisa kita lihat, tak jarang ditemukan inspirasi, membuat tidak tahu menjadi tahu, dan banyak kacamata yang bisa kita gunakan ;). Buat saya bisa juga lho membaca itu jadi terapi berempati, belajar melihat sesuatu pada sudut pandang ataupun posisi orang lain :D Apapun alasannya, mari-mari membaca! :D Nah di bawah ini ada artikel bagus, mungkin bagi yang tidak suka membaca atau tak punya motivasi untuk membaca, atau buat yang sayang otak dan ingin merawat amanat terindah untuk anak adam, bisa membaca artikel berikut ini. Memang sih mempertajam otak bisa dengan berbagai cara, tapi membaca saja sudah menjadi hal mudah dan menyenangkan bukan? :D
Malas Baca Berbuah Penyakit Lupa Sumber Kompas Rabu, 7 April 2010
Otak sebagai pusat daya pikir memerlukan perawatan. Secara fisiologis, sel-sel otak bisa rusak dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Fungsi otak bisa dipertahankan melalui berbagai cara, salah satunya dengan melatih otak lewat kegiatan membaca.
Menurut penjelasan dr Samino, ahli saraf dari RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, otak manusia sesungguhnya memiliki kapasitas daya ingat yang sangat besar. "Otak kita ibarat sebuah perpustakaan. Jika tidak kita isi dan gunakan, lama-lama akan rusak," katanya.
Kegiatan membaca tidak harus membaca buku yang tebal. Bacaan ringan, seperti majalah atau koran, membaca kitab suci, juga bisa melatih otak. "Kegiatan ini mudah dan bisa dilakukan di mana saja, tetapi punya manfaat besar. Itu sebabnya, orang dengan profesi tertentu, seperti guru atau wartawan, jarang yang menjadi pikun karena mereka rajin membaca," papar Samino.
Aktivitas mental lainnya, seperti mendengarkan musik, menari, menonton film, atau mengisi teka-teki silang juga disarankan untuk melatih ketajaman otak. Kegiatan melatih otak ini disarankan mulai dilakukan sejak usia pertengahan dua puluhan.
Penelitian menunjukkan, kegiatan belajar akan meningkatkan pertumbuhan koneksi tambahan antarneuron (sinaps) serta memperlambat timbulnya demensia. Para peneliti lain berpendapat, melanjutkan kuliah juga akan melatih keterampilan mengingat dan berpikir.
Pasti hapal betul dengan quote "Di dalam tubuh yang kuat terhadap jiwa yang sehat". Tapi saya cenderung lebih setuju bahwa jiwa yang sehat akan membawa tubuh dalam kondisi yang lebih kuat. Karena segala sesuatu berawal dari pikir. Artikel berikut bisa jadi mendukung kecenderungan tersebut. Optimisitis dibangun dari dalam jiwa dan asa dan akan tercermin dalam fisik secara nyata dan pola tingkah laku. Jadi ingat dogma nostalgia SMA, bahwa semangat mengalahkan fisik, well biarpun fisik pada kondisi yang lemah tapi dengan menanamkan semangat dalam diri, fisik akan terdorong untuk mengikuti luapan semangat ;). Mari membangun optimisme demi tubuh yang menjadi titipan untuk dijaga dan segala hal positif dalam hidup kita ^_^
Sikap Optimistis Tingkatkan Sistem Imun Sumber Kompas, 27 Maret 2010
Tugas dari sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah mencegah masuknya mikroorganisme pembawa penyakit ke dalam tubuh dan membasminya apabila sampai ada yang masuk. Sebuah studi menunjukkan, sikap optimistis akan meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh kita.
Kendati hasil studi yang dilakukan sejumlah ahli dari University of Kentucky, Amerika Serikat, ini tidak menunjukkan secara langsung bagaimana cara pandang positif membuat kita lebih sehat, tetapi menguatkan studi sebelumnya yang menemukan kaitan antara penyakit dan sikap seseorang.
Sebelumnya, para ahli telah mengetahui bahwa sistem imun setiap orang bisa terpengaruh oleh sikapnya. Dan, saat seseorang dipengaruhi rasa optimistis, sistem imun dalam tubuhnya akan semakin kuat.
Sejak 2001 hingga 2005, Profesor Suzanne C Segerstrom, ahli psikologi dari University of Kentucky, bersama dengan timnya melakukan survei kepada 124 mahasiswa jurusan hukum di tingkat pertama. Para responden diminta menjawab pertanyaan tentang level optimisme mereka akan berhasil di jurusan tersebut.
Para responden juga diberi suntikan antigen yang akan membuat sistem imun bereaksi berupa benjolan kecil di kulit. Makin besar benjolan, makin kuat reaksi sistem imun. Para peneliti menemukan bahwa respons sistem imun lebih kuat pada mahasiswa yang punya optimisme kuat. Sebaliknya, sistem imun melemah pada mereka yang cenderung punya sifat pesimistis.
"Ketika seseorang merasa lebih optimistis, mereka juga merasa lebih bahagia, gembira, dan faktor tersebut berkait dengan meningkatnya imunitas," kata Segerstrom.
Meski demikian, Segerstrom mengingatkan bahwa efek optimisme pada sistem imun mungkin terbatas, mengingat ada banyak faktor yang menyebabkan fluktuasi daya tahan tubuh manusia.
Saya punya oleh-oleh “cinta” dari santapan rohani pagi ini,hehe. Datang telat sedikit, dan saat duduk keluarlah ruahan cinta dari sang Ustadz, what a moment!
Kalau ditanya arti cinta itu apa, dari dulu saya selalu berpikir pasti semua orang punya definisi masing-masing, bisa jadi kalau dikamuskan bisa jadi buku setebal 5 cm, hmm tapi apakah cinta yang kita pelihara selama ini sudah pada tempatnya? Wallahuallam…
Mari belajar mendefinisikannya kembali secara singkat bersama Ustadz Faried Hidayat.
Selama ini kita tidak salah jika menyebutkan bahwa cinta itu fitrah. Begitu pula rasa benci. Cinta dan benci merupakan fitrah, menyatu dengan diri manusia. Dalam cinta ada kesetiaan, dan dalam benci ada pengingkaran. Cinta haruslah ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya, bisa menjadi positif bisa pula negatif. Cinta dan benci bisa menjadi positif jika mengikuti Allah dan Rasul-Nya. Namun jika lepas dari aturan Allah maka cinta dan benci menjadi hal yang negatif. Oleh karena itu, cinta juga bisa berbuah surga atau neraka. Mencintai untuk ibadah akan membuahkan pahala dan pahala berbuah surga. Cinta dengan hawa nafsu berbuah dosa dan dosa berbuah neraka.
Nah jikalau cinta itu bukan karena Allah dan Rasul-Nya maka tak lain tak bukan cinta itu adalah hawa nafsu. Bahwa dalam hawa nafsu akan terasa indah dalam pandangan apa yang diinginkan manusia, namun di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (Ali Imran :14).
Dalam hidup, kita tidak bisa lepas dari dua dimensi yaitu Habluminallah dan Habluminannas. Cinta kepada Allah adalah cinta kepada Al Quran dan cinta kepada Rasul sebagai perwujudan cinta kepada manusia adalah cinta kepada Sunnah. Cinta kepada Al Quran dan Sunnah berbuah cinta kepada hari akhir. Di akhirat kita akan bersama dengan siapa-siapa yang kita cintai, dan jika cinta itu untuk Allah dan Rasul maka kita akan bersama Allah dan Rasul di akhirat kelak. Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu…(Ali Imran : 31). Itulah kesetiaan dalam cinta, mengikuti-Nya, melakukan semua atas nama-Nya
Al kisah Rasul mencintai keluarganya tetapi beliau lebih mencintai Allah. Beliau mengajarkan jangan sampai cinta kepada seseorang hingga melanggar aturan Allah.
Bagaimana manifestasi dari kecintaan terhadap Allah? Cintailah Quran dan Sunnah...
Bagaimana cara mencintai Allah yang sebenar-benarnya? Mari mengusahakan hal-hal berikut ini :
berusaha menghinakan diri di hadapan Allah, dalam artian menghilangkan keangkuhan diri
mengagungkan Allah dimana dan kapan saja
mematuhi perintah Allah
menjauhi larangan Allah
penuh dengan keihklasan dan keridhoan
Well, cinta berarti bukan tentang “gombal-gombalan” ya? Hehe..
Bahasan di atas hanya bahasan singkat, jika lebih dieksplore pasti akan banyak yang bisa dihayati dan pasti membutuhkan waktu yang lama. Cinta fitri aja sampe berapa episode bukan? Lho?haha.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pembahasan, silakan dikoreksi, dan mari memohon ampun jika selama ini sering memelihara “hawa nafsu” dalam diri ;)
Little darlin' don't you see the sun is shining just for you, only today If you hurry you can get a ray on you, come with me, just to play Like every humming bird and bumblebee Every sunflower, cloud and every tree I feel so much a part of this Nature's got me high and it's beautiful I'm with this deep eternal universe From death until rebirth
This corner of the earth is like me in many ways I can sit for hours here and watch the emerald feathers play On the face of this I'm blessed When the sunlight comes for free I know this corner of the earth it smiles at me So inspired of that there's nothing left to do or say Think I'll dream, 'til the stars shine
The wind it whispers and the clouds don't seem to care And I know inside, that it's all mine It's the chorus of the breakin' dawn The mist that comes before the sun is born To a hazy afternoon in May Nature's got me high and it's so beautiful I'm with this deep eternal universe from death until rebirth
You know that this corner of the earth is like me in many ways I can sit for hours here and watch the emerald feathers play On the face of it I'm blessed When the sunlight comes for free I know this corner of the earth it smiles at me x5
This corner of the earth, is like me in many ways I can sit for hours here and watch the emerald feathers play When the sunlight comes for free I know the corner of this earth it smiles at me
Kondom ekstra kecil untuk anak laki-laki berusia 12 tahun dalam waktu dekat ini akan mulai dipasarkan di Swiss. Kondom mini yang disebut Hotshot ini adalah karet pengaman yang sengaja diproduksi menyusul adanya riset pemerintah yang menunjukkan bahwa anak-anak usia 12 hingga 14 tahun tidak mendapat perlindungan yang cukup saat melakukan hubungan seks.
Penelitian yang dilakukan Komisi Federal untuk Anak dan Remaja, dengan cara mewawancarai 1.480 responden berusia 10 hingga 20-an tahun, menunjukkan bahwa hubungan seks di kalangan anak-anak usia 12 hingga 14 tahun ternyata sudah menjadi hal lumrah dibandingkan era 1990-an.
Kondom Hotshot yang rencananya bakal dijual seharga sekitar Rp 65.000 (paket enam buah) ini diproduksi oleh Lamprecht AG, perusahaan kondom terkemuka di Swiss.
Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa Inggris akan menjadi prioritas berikutnya dalam pemasaran ke luar negeri. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa negara tersebut tercatat memiliki angka kehamilan usia remaja tertinggi di Eropa.
Dari segi ukuran, kondom Hotshot memiliki diameter lebih kecil, yakni 4,5 cm dibandingkan kondom standar Eropa yang berdiameter 5,2 cm. Namun, dari panjangnya, keduanya sama-sama memiliki ukuran 19 cm.
Menurut sebuah penelitian di Jerman yang melibatkan 12.970 responden berusia 13 hingga 20 tahun, hampir seperempat dari mereka menyebutkan bahwa ukuran kondom standar terlalu besar.
Kelompok Keluarga Berencana dan Federasi AIDS Swiss telah mendorong pemerintah untuk memasarkan kondom Hotshot setelah menggagas sejumlah studi. Hal itu di antaranya riset oleh Centre for Development and Personality Psychology di Universitas Basel.
"Hasil riset yang sangat mengejutkan adalah anak laki-laki menunjukkan perilaku berisiko. Mereka cenderung tidak melindungi diri mereka sendiri dan tidak memiliki pengetahuan yang baik mengenai seks. Mereka tidak mengerti soal konsekuensi dari apa yang mereka lakukan dan membiarkan konsekuensi itu ditanggung anak perempuan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan sedari dini adalah penting," ungkap pimpinan riset, Nancy Bodmer.
Suka terpikir ga sih kenapa ada orang yang begitu cerdas, biasa-biasa saja, atau bahkan disebut (maaf) bodoh. Sekilas bicara tanpa tahu asal-usulnya, terkadang kita suka menjelaskan fenomena tersebut karena besar kecilnya area otak. Bagaimana riset terkini menjelaskan fenomena tersebut? Mari simak artikel berikut ini.. Well, kecerdasan ternyata ditentukan oleh koneksi antar bagian otak. Secara biologis, tubuh dalam hal ini otak, menekankan hubungan/koneksi yang baik, seperti hubungan sesama manusia yang dalam hal apapun membutuhkan komunikasi/hubungan yang baik agar hidup berjalan damai, positif dan saling mencerahkan, hehe. Selain itu, dinyatakan dalam riset bahwa tidak ada orang yang cerdas di segala bidang. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini bukan? ;)
Misteri Kecerdasan Terungkap Sumber : Kompas 1 Maret 2010
Ternyata, bukan area otak tertentu yang membuat seseorang disebut pandai atau bodoh. Yang terpenting adalah kekuatan dan kecepatan koneksi antarbagian otak. Bahkan, bagus tidaknya koneksi antarbagian otak tertentu menentukan kecerdasan.
”Kecerdasan sebenarnya mengandalkan hubungan spesifik di dalam otak dan koneksi ini terjadi antara gray matter (korteks otak yang berisi sel saraf) dan white matter (sumsum otak) atau koneksi serat saraf,” kata Jan Glascher, ketua peneliti.
Ia menambahkan, seseorang bisa disebut cerdas apabila bagian otak frontal (yang berhubungan dengan daya pikir, daya ingat, dan emosi) memiliki koneksi yang baik dengan bagian lobus parietal.
Menanggapi teori tersebut, Keith Young, ketua peneliti bidang psikiatri dan ilmu perilaku dari Texas A&M Health Science College of Medicine, mengatakan, hasil penelitian tersebut tak terduga, tetapi menegaskan pentingnya hubungan antarbagian otak.
Selama ini orang menganggap orang yang pintar akan unggul di semua bidang. ”Orang menganggap kecerdasan bersifat umum. Jika Anda bagus di bidang matematika, Anda akan hebat pula dalam bahasa Inggris,” kata Young.
”Hasil riset tidak menunjukkan orang yang cerdas akan pandai dalam berbagai bidang,” ungkap Glascher. Dalam risetnya, ia meneliti 241 pasien yang mengalami kerusakan otak. Peneliti lalu memetakan tempat kerusakan tersebut dan melakukan tes IQ.
”Dengan demikian, kita bisa melihat secara tepat bagian otak yang berkaitan dengan penurunan kemampuan dengan melakukan tes sehingga kita bisa tahu apakah bagian otak itu penting untuk kecerdasan umum,” kata Glascher.
Pada penelitian awal, Glascher dan timnya menemukan bahwa jaringan antarbagian otak juga penting untuk daya ingat. ”Makin baik koneksi antar-otak, makin besar daya ingat Anda. Ini berbeda dengan persepsi orang sebelumnya yang mengatakan orang cerdas adalah orang yang punya kapasitas daya ingat besar,” katanya.
What a nice Sunday, though little bit tired :D. Alhamdulillah banyak mendapat inspirasi hari ini (sungguh hingga merinding dan sedikit berkaca-kaca, hehe).
Kuliah Dhuha Ahad Al-Azhar pagi ini dibawakan oleh Dr. Ir. H. Nana Rukmana DW, MA dengan topik “Menggapai Derajat Istiqamah”. Cukup familiar bukan dengan kata ini? Kemarin-kemarin salah satu Pansus Century pun sempat mendengungkan janji-janji beristiqamah. Well entahlah dalam konteks kebenaran atas persepsi pribadi/kelompok ataukah memang kebenaran yang hakiki.
Kebenaran apa yang harus diistiqamahi? tak lain tak bukan adalah kebenaran karena Allah SWT. Istiqamah dalam surat Al Ahqaff ayat 13 diartikan teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal saleh. Orang yang yakin kepada Allah, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Banyak dikisahkan, orang yang istiqamah tetap memegang keyakinannya meskipun dengan itu harus mengorbankan materi atau hal lainnya.
Ciri-ciri Istiqamah yaitu : 1. memegang kebenaran bukan menurut persepsi diri atau kepentingan kelompok tapi kebenaran yang datangnya dari Allah. Dan kebenaran yang datangnya dari Allah bersifat universal, persepsinya pasti sama, bersumber pada Al-Qur’an (Al-Baqarah :2). 2. tidak takut akan konsekuensi keimanan dan kebenaran, meskipun ujian datang tetap konsisten dengan keimanan tersebut. 3. tidak menyesal bila risiko menimpanya.
Sudah merasa memiliki ciri-ciri tersebut? Jika belum, mari bersama untuk mencoba kiat-kiat berikut ini : 1. harus memahami ajaran Islam dengan baik. Tidak cukup hanya meyakini tapi harus Tolabul ilmi, memahami, agar menjadi muslim yang berkualitas. Inti Ajaran Islam yang bisa dipelajari terdiri dari Aqidah, Syariah, dan Akhlak. 2. mendekatkan diri kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Dekat. 3. bergaul dengan orang-orang yang lebih saleh dari kita. 4. mengenal dan meneladani orang-orang terdahulu yang istiqamah.
Begitulah pada intinya bahasan Istiqamah pagi ini. Pak Nana banyak memberikan kisah-kisah nyata yang terjadi sebagai wujud istiqamah maupun kisah nyata yang terjadi sebagai wujud runtuhnya keyakinan.
But lucky me, hari ini di panti yang saya kunjungi, saya menemukan bukti nyata sebuah keistiqamahan. Terkisah 25 tahun lalu, Umi, yang menjadi pendiri panti ini, dengan kondisi baru ditinggal suami dan memiliki 8 anak, beliau memiliki niat luar biasa menampung anak-anak yatim piatu untuk tinggal bersamanya seadanya. Beliau tidak pernah takut akan kekurangan materi untuk menghidupi kesemuanya karena beliau yakin ini adalah celengannya untuk akhirat, kebaikan dengan niat Ibadah kepada Allah dan beliau yakin akan Allah akan mengirimkan “malaikat-malaikat” untuk membantunya. Dan benarlah, meskipun terkadang terseok-seok, beliau dan anak-anak panti bisa bertahan hingga sekarang. Malaikat-malaikat itu datang membawa materi, tawa untuk segenap penghuni panti. Kami yang baru hanya datang untuk mengajukan niat baik sudah dihujani do’a dan sapaan “malaikat-malaikat” Allah. Betapa terharu dan hmm merasa belum cukup pantas. Dan saya merasa kecil..yang terkadang mengeluh dan merasa tidak banyak daya untuk melakukan kebaikan, selalu menunda-nundanya, dengan alasan tidak mampu lah, kurang materi lah, dan beribu alasan yang jika dicari-cari selalu ada. But look at her, Umi, she did it!
Betapa bersyukurnya saya untuk inspirasi yang Allah datangkan untuk menjadi pembelajaran dan lecutan untuk selalu memperbaiki diri dan lebih baik lagi kedepannya. Inspirasi secara teori dan wujud nyata istiqamah saya dapatkan hari ini. Semoga menjadi bekal yang berarti kedepannya, Bismillahirahmanirrahim :)
Sunday morning… hehe mengantuk sekali sih tapi niat untuk sarapan rohani harus konsisten dijalankan. Setelah ada masalah teknis sedikit, akhirnya sampai juga di Al-Azhar telat-telat sedikit.
Kuliah dhuha kali ini dibahas mengenai Tafsir Al FAtiha oleh Drs. Salim Bin Yahya Qibas. Sayangnya pembahasan tidak sampai tuntas karena Da’i-nya kurang sehat, jadi hanya satu ayat Al Fatiha saja. But well, ilmu biarpun sedikit tapi berarti bukan..? ;). Jadi berikut ini banyak improvisasi yang saya tambahkan, hehe..
Allhamdulillahi rabbil ‘alamiin, Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam, Praise be to God The lord of the universe, ayat dari surat Al-Fatiha, dan sebuah penggalan yang kita panjatkan dikala bersyukur. Alam disini merupakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Lalu Siapa dan apakah Rabb itu?
Pertama, Rabb adalah Allah sang pencipta. Alam tidak mungkin ada tanpa pencipta dan Allah lah pencipta segala sesuatu. Bolehlah teknologi buatan manusia, tapi manusia tidaklah menciptakannya, dia tidak bisa membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada, dia hanyalah merekayasa, hanya merakit, semua bahannya adalah ciptaan Rabb sang pencipta. Allah pencipta segala sesuatu dan Dia maha pemelihara segala sesuatu (Az Zumar:62).
Kedua, Rabb adalah pemilik mutlak, Al Malik. Karena Dia pencipta maka alam ini adalah miliknya, apa yang kita miliki sesungguhnya milik Allah. Segala urusan di langit dan bumi akan kembali pada-Nya
Ketiga, Rabb adalah pengatur. Allah mengatur apa yang diciptakannya. Analoginya, manual book untuk peralatan yang kita punya adalah buatan si pembuatnya, dialah yang paling mengetahui tentang apa yang dibuatnya. Begitu juga Allah sang Maha Pengatur, Dia mengetahui segala sesuatu tentang ciptaannya dan senantiasa mengatur apa yang diciptakannya. Lahirlah takdir, firman Allah, yang kita sebagai manusia tidak bisa memilihnya karena Allah sudah mengatur dan menentukannya untuk kita. Pernahkah kita memilih untuk menjadi wanita, menjadi laki-laki, memilih ibu, memilih ayah? Saya rasa tidak, Dialah Maha Pengatur.
Alhamdulillah bisa berkesempatan untuk sarapan rohani pagi ini. Kuliah Dhuha Ahad di Al-Azhar pagi ini bertopik "Problematika Manusia Ditinjau Secara Ilmiah" oleh Drs. Edi Warman Munir, hmm tampak berat ya? hehe..Mari kita ulas sedikit disini (yang berhasil penulis rangkum tentunya, dengan segala maaf jika ada yang terlewat atau terjadi kesalahan penulisan maupun persepsi, Astagfirullah).
Pada intinya dibahas mengenai "ilmu", kadang kita tidak tahu kondisi keilmuan kita dan dari mana sebenarnya ilmu itu berasal. Yang kita ketahui selama ini ilmu merupakan serangkain keterangan yang didukung oleh fakta. Sedangkan menurut firman Allah surat An-Najm ayat 28, manusia tidak memiliki ilmu, yang dimunculkan manusia hanyalah dugaan. Dan ilmu yang tak lain hanya asumsi itu dilakukan manusia untuk mempertahankan hidup. Menurut firman Allah, ilmu itu hanya disisi Allah, merupakan rangkaian keterangan Allah yang dijelaskan fakta. Maka jika ditanya apakah sumber ilmu? kita selayak umat Islam harus bersumber pada firman Allah tersebut.
Syarat-syarat ilmu yaitu : 1. Tanzil, ilmu itu turun dari Allah. Selama ini kebanyakan manusia menggunakan dasar atau bersumber pada kausalitas verbal (tantangan dan jawaban. 2. Ilmu menjelaskan fakta dan bersifat komprehensif 3. Ilmu tidak bisa ditiru dan dipalsukan 4. Ilmu itu objektif/tepat sasaran. Sasaran ilmu itu sendiri yaitu bagaimana agar manusia bisa melanjutkan hidup dan bagaimana manusia menjalankannya dengan harmonis. 5. Ilmu itu milik Allah.
Wujud Ilmu itu ada 2 yaitu : 1. Ciptaan Allah, yaitu langit bumi dan segala yang ada di dalamnya 2. Ajaran Allah, yang diturunkan kepada Nabi Adam berupa Asma, Kepada Nabi Ibrahim dalam suhuf, lalu pada Nabi Daud dalam Zabur, selanjutnya ada taurat, Injil, lalu kesemua itu disempurnakan dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an memiliki ciri ilmu dimana antara ayat yang satu dengan yang lainnya tidak ada yang bertentangan, isinya dijamin oleh Allah SWT. Kasus yang bertentangan hanyalah perbedaan tafsir yang dilakukan manusia.
Hmm mungkin yang sudah terbiasa mengenyam ilmu umum atau apapun yang telah dipelajari selama ini, akan sedikit bingung dengan topik pagi ini, hehe..But the point is in the holy Qur'an, there are sources of all knowledge that humans need for survival and even live it in harmony.
Mari belajar dan mengkaji lebih baik lagi :D Mohon maaf sekali lagi jika ada kekurangan dalam rewrite kajian ini dan jika ada bagian yang terlewat. Dengan senang hati bagi yang ingin menambahkan maupun mengoreksi :)
Kadang suka "mellow" kalau harus kembali ke jakarta selepas dari Bandung. Dan ketika buka buku negeri 5 menara (yg belum sempat dibaca) ketemulah bait ini di halaman depannya, dari seorang ulama terkemuka pendiri mahzab Syafi'i, Imam Syafi'i. Hehe meskipun bukan di negeri orang seperti di bait ini, tapi rasanya bait ini cukup menyejukan hati, yah untuk berani berjuang dan terus menempa diri, dan percaya buah kerja keras dan kesabaran pasti akan manis :)
Orang yang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau kan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang takkan dapat mangsa Anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam Tentu manusia kan bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang dan Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika masih di dalam hutan
Hmm 24 tahun sudah diberi amanat hidup, 24 sperti satu putaran jam dinding, juga selayak 24 jam saja.. Pastinya waktunya untuk bercermin ke belakang agar refleksi ke depan lebih baik lagi. Ada artikel yang pas banget buat hari ini, artikel ini diketik ulang dari majalah Tarbawi edisi 24 tahun 2001. Semoga bisa jadi bahan perenungan buat kita semua…Selamat menjalani hari ini dan menyongsong masa depan semua :)
Hari itu Umar bin Khattab menangis. Terbayang lekat dipelupuk matanya, kisah masa lalunya sebelum Islam. Sebuah rentetan episode jahiliyah yang pahit dan sulit terlupakan. Air matanya mengalir deras saat teringat anak perempuannya yang ia kubur hidup-hidup. Suara anak itu serasa masih memanggilnya, sayup-sayup meminta belas kasihnya.
Peristiwa itu benar-benar menggoreskan pilu yang sulit dihapus. Sesaat sebelum terbenam dibawah tanah, anak itu masih bermain riang mengiringi ayahnya yang menggali tanah dengan susah payah. Bahkan setiap kali debu dan sisa galian mengotori janggut sang ayah, anaknyalah yang penuh kasih membersihkan debu-debu itu. Ia tak sedikitpun mengerti bahwa galian itu dibuat untuk dirinya. Segalanya berlalu cepat dan umarpun mencatat peristiwa itu sebagai bagian dari sejarah hidupnya dimasa jahiliyah.
Waktu terus bergulir. Enam tahun sesudah Rasulullah diangkat menjadi Rasul, benih keimanan tersemai di dalam hati Umar bin Khattab. Sejak itu ia menjadi salah satu pembela Islam yag paling tegas. Bahkan ia yang mengusulkan dimulainya era perjuangan secara terang-terangan. Bersama Hamzah dan Umar, kaum muslimim keluar ‘unjuk kekuatan’ dihadapan orang-orang Quraisy. Bahkan dimasa selanjutnya, ia manjadi sahabat agung, menjadi khalifah kedua, dan termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
Ikrimah bin abu Jahal juga punya masa lalu. Anak tokoh besar Quraisy, Abu Jahal, itu tak kunjung masuk Islam. Bahkan hingga kota Mekkah, ditaklukkan oleh Rasulullah, ia tetap kukuh dengan kekafirannya. Ketika Rasulullah memutuskan bahwa termasuk salah satu yang harus dibunuh, Ikrimah melarikan diri. Akhirnya istri Ikrimah yang meminta agar Rasulullah memaafkan. Setelah mendapat jaminan dari Rasulullah, Ikrimah kembali dari pelarian lalu masuk Islam.
Saat menghadap Rasulullah itulah ia teringat apa yang telah ia lakukan pada masa lalunya. Karenanya ia ingin sekali menebus kesalahannya. Di hadapan Rasulullah, Ikrimah menyampaikan keinginannya, “Demi Allah, kalau umurku masih panjang, semua nafkah yang dulu aku keluakan untuk merintangi jalan Allah, akan aku lipat dari jumlah itu untuk berinfaq dijalan Allah.” Di kemudian hari ia mengisi hari-harinya dengan berislam secara baik. Ikrimah juga menjadi salah satu perawi hadits yang terkenal.
Seperti juga Umar, Ikrimah, dan para sahabat-sahabat Rasulullah yang lain, semua orang punya masa lalu, yang buruk maupun yang baik. Karena setiap langkah manusia adalah perilaku. Setiap kata yang terucap adalah perilaku. Segala tindakan yang dipilih adalah perilaku. Dan, segala yang telah kita lakukan akan tercatat dalam lembaran masa lalu kita. Setiap kita, setiap muslim, pasti punya masa lalunya sendiri. Yang menyedihkan ataupun yang menggembirakan. Masa lalu yang mungkin saja orang lain tidak pernah tahu. Bahkan orang yang sangat dekat sekalipun. Masa lalu yang hanya dirinya sendiri dan Allah saja yang tahu.
Seluruh yang pernah terjadi hanya bisa dilupakan, tetapi tidak akan pernah bisa dihapuskan atau dianggap tidak ada. Sebab ia telah terukir dalam sejarah peristiwa. Sesuatu yang pernah ada tidak mungkin dianggap tidak ada.
Tetapi bukan berarti masa lalu tidak punya manfaat. Justru keberadaannya menjadi sangat penting. Ia menjadi cermin bagi setiap orang untuk menata langkah hidupnya yang tersisa. Dalam Islam penghargaan fungsi masa lalu terletak pada dua hal mendasar.
Pertama, pada manfaatnya untuk tempat mengambil pelajaran. Artinya, manfaat masa lalu adalah untuk dijadikan tempat bercermin. Apa yang buruk dari masa lalu tidak boleh diulangi, sedang apa yang baik harus ditingkatkan. Pengalaman masa lalu adalah contoh konkrit dan bukti nyata dari bermacam ikhtiar. Masa lalu telah mengajarkan secara detail bagaimana orang gagal itu gagal, bagaimana orang sukses itu sukses, bagaimana orang sengsara itu sengsara.
Kedua, selain fungsi pelajaran, masa lalu menurut pandangan Islam adalah kumpulan anak tangga sejarah yang harus disambung dengan anak tangga yang baru. Hidup ini akan bergulir, dunia akan menjadi hidup, bila setiap generasi mengambil peran di zamannya masing-masing. Sebab dengan itu, ia telah menyambung masa lalu dengan sejarahnya hari ini. Sebab sejarah yang kita ukir hari ini akan mejadi masa lalu yang berharga bagi generasi sesudah kita. Begitu seterusnya.
Karenanya, jauh-jauh hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam telah mengingatkan logika ini, ketika beliau bersabda, “Sesungguhnya sesudah kalian ada hari-hari yang menuntut kesabaran. Pada hari itu orang-orang yang teguh seperti yang kalian lakukan akan mendapat pahala 50 kali lipat dari kalian.” Para sahabat ingin menyakinkan, “Maksudnya 50 kali lipat dari pahala sesama mereka sendiri wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab, “50 kali lipat pahala kalian” (HR.Tirmidzi). surah ini memberi landasan tentang anak tangga sejarah tersebut. Bahwa ketika hari kesabaran yang dimaksud itu tiba, hendaknya setiap muslim bersabar, berpegang teguh jalan Allah, seperti para pendahulu mereka. Dengan kesabaran dan keteguhan itu, Allah menjadikan pahala yang lebih banyak daripada pendahulu mereka. Dan, itulah inti dari kesinambungan sejarah.
Masa lalu yang paling dekat untuk diambil pelajaran adalah masa lalu diri sendiri. Ini akan memiliki arti sangat penting. Pertama, bila yang tercermini dari masa lalu adalah keburukan , maka seorang muslim akan bisa merasakan betapa tidak enaknya keburukan dan betapa indahnya kebaikan. Betapa gelapnya kekufuran dan betapa bercahayanya keimanan. Umar bin Khattan berkata, “Tidak ada yang mengerti nikmatnya Islam orang yang tidak mengerti rasanya Jahiliyah.” Maksudnya, kenikmatan Islam orang yang pernah merasakan kejahiliyahan akan sangat mendalam. Tak berlebihan, bila Allah Ta’ala mengumpamakan masuk Islamnya Umar seperti orang yang hidup sesudah mati hatinya.
Ketika Umar masuk Islam turunlah firman Allah yang artinya,
“Dan apakah orang yang telah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami beri padanya cahaya terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditenga-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita, yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikian Kami jadikan orang-orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 122)
Setiap manusia sebenarnya mengerti dan mengenali tabiat dirinya. Dengan mengaca dan bercermin pada lembaran masa lalu, seseorang bisa melihat arah perjalanan hidup yang sedang ditempuhnya . ia bisa merasakan kearah mana pergeseran perjalanan hidupnya. Kearah yang lebih baik atau kearah yang lebih buruk..?
Kedua, bercermin pada masa lalu akan menyadarkan bahwa akibat dari seluruh pilihan hidup ini akan kembali kepada masing-masing orang. Setiap kita akan kembali pada Alah sendiri-sendiri. Allah Ta’ala berfirman, “sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan dibalakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, dan Kami telah melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan diantara kamu. Sungguh telah terhapuskan (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sekutu Allah).” (QS. Al An’am:6)
Segala pilihan hidup kita akan kembali kepada diri kita sendiri. Dan Allah Ta’ala menegaskan, “Sesunggahnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang, maka barangsiapa melihat (kebenaran itu) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri. Dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu) maka kemudharatannya kembali padanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemeliharamu.” (QS. Al An’am:104).Orang yang mengerti bahwa dirinya tidak akan pernah diselamatkan oleh orang lain, tentu akan lebih peduli kepada dirinya sendiri. Kelak kita, siapapun kita, apapun marga kita, setinggi apapun derajat kita, akam memikul sendiri segala perilaku yang telah kita lakukan.
Ketiga, mengenang perjalanan yang telah lewat, akan memberikan motivasi untuk menambah amal-amal dan memperbanyak tabungan kebaikan. Sejujurnya, setiap orang bisa merabah-rabah, sejauh mana sebenarnya prestasi amal yang telah dibuatnya. Setiap kita bisa menghitung apa yang telah kita lakukan. Karenanya, Rasulullah mengabarkan kelak setiap orang yang mati dan hendak memasuki kuburan, bisa merasakan apa yang kira-kira yang akan dibalaskan untuk dirinya.
Bercermin pada masa lalu, bekerja keras pada hari ini, dan menata hari esok, hanyalah salah satu cara untuk menyiasati hidup ini sebaik mungkin. Sebab seperti yang telah dikabarkan oleh Rasulullah, setiap kita hanya akan menjadi salah satu dari 4 jenis orang. “Diantara manusia ada yang dilahirkan dalam keadaan beriman, lalu hidup sebagai orang mukmin, dan mati sebagai orang mukmin. Ada yang lahir dalam kekafiran, lalu hidup sebagai orang kafir, dan mati sebagai orang kafir. Ada yang lahir dalam keadaan beriman, hidup sebagai orang mukmin, dan mati sebagai orang kafir. Ada lagi yang lahir dalam kekafiran, hidup sebagai orang kafir, dan mati dalam keadaan beriman.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)
Al-baqillani mengutip sabda Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassallam, “Sesungguhnya seorang mukmin itu berada diantara dua hal yang sangat menakutkan. Antara usia yang telah berlalu, ia tidak tahu apa yang diperbuat Allah terhadap usia yang telah lewat itu, dan antara usia yang tersisa, ia tidak tahu apa yang telah Allah tetapkan atas dirinya. Maka hendaklah setiap jiwa mengambil untuk dirinya sendiri. Dari dunianya untuk akhiratnya, dan dari masa mudanya untuk masa tuanya dan dari hidupnya untuk sesudah kematiannya. Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, tidak ada waktu sesudah kematian waktu untuk berusaha. Sesudah dunia tidak ada kehidupan kecuali surga atau neraka.